"Saya melihat masyarakat kurang bisa membedakan, mana saudara-saudara kita yang tergolong sebagai korban, dan siapa-siapa yang boleh dikatakan sebagai penjahat bidang narkoba ini," ujar SBY dalam pidato peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Menurut SBY jika tidak memahami perbedaan keduanya makan solusinya pun akan keliru. Banyak generasi Indonesia termasuk anak-anak yang menjadi korban padahal tidak ada niat kejahatan dan tidak ada kejahatan yang mereka lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY mengapresiasi para tokoh agama yang ikut meberantas narkoba dan melakukan rehabilitasi kepada korban narkoba. Menurut SBY
anak-anak indonesia korban narkoba sudah kehilangan masa lalunya, jangan sampai kehilangan masa depannya.
"Solusinya, bukan lapas tapi bimbing kembali. Konsepnya bukan hukum tapi diselamatkan. Sehingga di lingkungan itu terjadi pertobatan dan kembali ke jalan yang benar. Kalau konsepnya dihukum bisa keluar dari kehidupan yang baik," paparnya.
(ega/lh)










































