Harga BBM Naik, Sopir Angkot Curhat Soal Tarif Angkutan

Harga BBM Naik, Sopir Angkot Curhat Soal Tarif Angkutan

Rini Friastuti - detikNews
Senin, 24 Jun 2013 16:10 WIB
Jakarta - Kenaikan tarif BBM menimbulkan berbagai macam reaksi dari berbagai pihak. Salah sektor yang terkena dampak langsung adalah transportasi.

Imbas kenaikan harga BBM itu diceritakan Anto (30), seorang sopir Kopaja P 20. Anto mengaku memilih menaikkan menaikkan tarif angkutannya yang semula Rp 2 ribu menjadi Rp 3 ribu sejak Sabtu (22/6) yang lalu.

"Ya gimana mbak, kalo gak dinaikin harga bensin udah naik," ujarnya kepada detikcom di Terminal Lebak Bulus, Jaksel, Senin (24/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anto yang sudah menjadi sopir kopaja selama 8 tahun menyebut naiknya tarif BBM mempengaruhi penghasilannya sehari-hari. Sementara jumlah uang yang harus disetorkan kepada pemilik angkutan juga bertambah, seiring dinaikannya tarif bahan bakar.

"Kalo nggak dinaikin, kita beli bensinnya udah mahal, setoran juga udah naik. Ya maklum deh, namanya juga BBM naik ya, mau gak mau," ujarnya seraya mengelap keringat yang menetes dari dahinya.

Sama seperti Anto, Fauzi (45) yang merupakan supir angkot 608 jurusan Parung-Lebak Bulus juga merasakan hal yang sama. Menurutnya kenaikan harga BBM turut mempengaruhi penghasilannya sebagai supir.

"Namanya BBM naik, pasti ada pengaruhnya. Kita beli bensin udah Rp 6.500, kalo gak dinaikin tarif angkotnya, kita nyetor masih sama, buat kitanya berapa dong?," jelas Fauzi.

Beruntung untuk angkutan yang berasal dari Ciputat telah masuk ke dalam wilayah Tangerang Selatan. Selebaran kenaikan tarif juga sudah dipasang sejak Sabtu (22/6) lalu, dan menurutnya penumpang sudah maklum dan membayar dengan tarif yang telah disesuaikan.

"Udah dipasang tarif baru di angkotnya. Jadi penumpang udah nggak kaget lagi. Sampai saat ini belum ada yang mengeluh juga, udah maklum," kata Fauzi dengan logat Betawinya yang kental.

Pemasangan tarif angkutan yang baru ini apakah sudah resmi dari Pemerintah Tangsel?

"Nggak tau juga deh. Ya terus gimana lagi? Tarif BBM naik trus tarif angkot pasti naik, udah pasti aja itu," tuturnya seraya tersenyum.

Sementara para penumpang yang menumpang di angkot Fauzi juga mengamini ucapan si sopir angkot. Menurut mereka tarif baru yang dipasang di dalam angkot jurusan Ciputat dan sekitarnya masih dapat dimaklumi oleh mereka.

"Ya udah, mau gimana lagi ya, BBM nya naik ya pasti tarif naik. Selama belum goceng aja dah, itu keberatan juga saya," ujar seorang Ibu berjilbab hijau sambil tertawa.

"Naik seribu gak apa-apa deh, jangan kebangetan juga, apalagi jajan kita juga nggak naik, BBM naik jajan gak ngaruh juga, hahaha," ujar Tiw (15) pelajar SMU yang tinggal di daerah Ciputat.

Sejumlah angkutan umum memang telah menaikkan tarif angkutan sejak beberapa hari yang lalu. Hal ini terkait naiknya harga BBM oleh pemerintah sebesar 30%, dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 untuk bensin premium, dan Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 untuk solar.

(rii/tfq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads