"Prevelensi perokok di kalangan remaja dan masyarakat miskin terus meningkat, pendapatan masyarakat miskin 20 persen mereka belanjakan untuk rokok dibanding untuk kesehatan dan pendidikan," ujar Prijo Sidipratomo dari Komnas Pengendalian Tembakau pada launching buku 'Peta Jalan Pengendalian Produk Tembakau di Indonesia' di Auditorium Gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Data lain yang terdapat dalam buku 'Peta Jalan Pengendalian Produk Tembakau di Indonesia' menujukkan 12 persen pendapatan rumah tangga termiskin yang keluarganya perokok habis digunakan untuk membeli rokok. Data ini diambil dari BPS dari kurun waktu 2003 hingga 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang diperolah dalam buku 'Peta Jalan Pengendalian Produk Rokok di Indonesia' tersebut terlihat bahwa rokok mampu mengalahkan kebutuhan primer rumah tangga.
(nal/nrl)











































