Warga Miskin Lebih Pilih Rokok Dibanding Pendidikan dan Kesehatan

Warga Miskin Lebih Pilih Rokok Dibanding Pendidikan dan Kesehatan

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 24 Jun 2013 15:30 WIB
Jakarta - Kemiskinan masih menjadi masalah di Indonesia. Namun tragisnya, orang miskin menghabiskan 20 persen pendapatannya untuk rokok dibandingkan untuk biaya pendidikan atau kesehatan.

"Prevelensi perokok di kalangan remaja dan masyarakat miskin terus meningkat, pendapatan masyarakat miskin 20 persen mereka belanjakan untuk rokok dibanding untuk kesehatan dan pendidikan," ujar Prijo Sidipratomo dari Komnas Pengendalian Tembakau pada launching buku 'Peta Jalan Pengendalian Produk Tembakau di Indonesia' di Auditorium Gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).

Data lain yang terdapat dalam buku 'Peta Jalan Pengendalian Produk Tembakau di Indonesia' menujukkan 12 persen pendapatan rumah tangga termiskin yang keluarganya perokok habis digunakan untuk membeli rokok. Data ini diambil dari BPS dari kurun waktu 2003 hingga 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei Ekonomi Nasional 2006 juga menemukan lebih dari 12 juta keluarga miskin menggunakan Rp 102.000 uang bantuan langsung tunai (BLT) untuk membeli rokok. Jika dibandingkan dengan pengeluaran lainnya, rokok jauh lebih penting. Persentase pengeluarannya adalah 12 persen untuk rokok, daging hanya 1 persen, susu dan telur 2 persen, pendidikan dan kesehatan masing-masing 2 persen.

Dari data yang diperolah dalam buku 'Peta Jalan Pengendalian Produk Rokok di Indonesia' tersebut terlihat bahwa rokok mampu mengalahkan kebutuhan primer rumah tangga.

(nal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads