Seperti yang diceritakan oleh Sawali, pengemudi angkot M-11 jurusan Meruya-Tanah Abang, Senin (25/6/2013). Sepanjang hari ini dirinya sudah berkali-kali diprotes penumpangnya gara-gara tarif per orang yang sebelumnya Rp 4 ribu menjadi Rp 5 ribu.
"Penumpang marah-marah semua. Tapi ya tetap bayar sih," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama disampaikan Riyanto, pengemudi mikrolet M09 jurusan Tanah Abang-Kebayoran lama. Kenaikan tarif sebesar Rp 1000 per orang juga berlaku untuk pelajar.
"Setorannya naik jadi Rp 150 ribu, sebelumnya Rp 140 ribu," alasan Riyanto.
Hingga kini memang belum ada penetapan tarif baru angkutan umum menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengusulkan kenaikan 30 persen dari tarif yang berlaku saat ini. Sedangkan pemerintah hanya mengusulkan 15 persen.
(spt/lh)











































