Presiden Israel Minta Maaf atas Tewasnya Warga Palestina
Kamis, 21 Okt 2004 11:45 WIB
Jakarta -
Presiden Israel Moshe Katsav meminta maaf atas apa yang disebutnya sebagai pembunuhan "tidak disengaja" atas warga sipil Palestina oleh tentara-tentara Israel. Namun menurutnya, peristiwa itu terjadi karena militan-militan Palestina bersembunyi di antara warga sipil dan meluncurkan roket dari daerah-daerah pemukiman.Israel melancarkan serangan ofensif selama dua pekan di Jalur Gaza utara pada 29 September lalu. Lebih dari 100 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam operasi itu dan ratusan lainnya luka-luka. Lima warga Israel, termasuk dua bocah juga tewas."Saya sangat menyesalkan dan saya minta maaf atas kematian warga sipil, perempuan dan anak-anak," tukas Moshe Katsav dalam kunjungannya ke Austria. "Itu tidak disengaja. Mereka tidak pernah menjadi target kami," imbuh Presiden Israel itu seperti dikutip kantor berita Austria Press Agency dan dilansir Associated Press (AP), Kamis (21/10/2004).Berbicara usai bertemu Kanselir Austria Wolfgang Schuessel, Katsav mengimbau negara-negara Eropa untuk memberikan dukungan finansial dan politik bagi kelompok-kelompok Palestina guna menghentikan serangan-serangan yang menargetkan warga sipil Israel. "Harus diperjelas kepada para ekstrimis bahwa dunia bebas tidak menerima teror dalam kondisi apapun juga," ujarnya.Katsav juga menyatakan bahwa Israel tetap mendukung rencana "peta damai" yang disokong Amerika Serikat. Namun diimbuhkannya bahwa serangan-serangan terhadap Israel harus dihentikan sebelum rencana itu bisa dilanjutkan.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































