"Gimana kakek itu? Sudah dijemput keluarganya belum?" begitu respons Lilik saat ditemui detikcom di pos polisi Pucanggading, Semarang, Senin (24/6/2013).
Lilik merasa bertanggung jawab karena dia yang mengantar Idris ke kantor polisi. Ia khawatir akan terjadi apa-apa karena Idris linglung dan pikun serta membawa harta berlimpah seperti perhiasan, uang cash, dan rekening bank. Setelah diberitahu bahwa Idris sudah dijemput keluarga, Lilik tampak lega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lilik mengaku berasal dari Purwodadi, sedangkan orangtuanya dari Bekasi. Dia anak pertama dari 4 bersaudara. Ayah ibunya bernama Mulyono dan Sulastri.
Pria kurus ini mengaku hidup sendiri dan berpindah-pindah setelah bercerai dengan istri asal Jepara. Dua anaknya kini diasuh mertua.
Saat ini, Lilik tinggal di kos kecil di Gang Doro, Batursari, Demak. Sebelum jadi sopir angkut, ia pernah jadi sopir truk dan TKI. "Jadi TKI di Malaysia cuma setahun," kata lulusan SMP ini kalem.
Sehari-hari, pendapatan Lilik tidak menentu. Yang pasti, dia harus setor ke pemilik angkot Rp 80 ribu dan mengeluarkan biaya bensin Rp 90 ribu. "Paling banyak, bersih dapat Rp 50 ribu," ungkapnya.
Lilik menyelamatkan Idris yang kebingungan di Semarang, Sabtu (22/6) lalu. Dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, ia membawa Idris ikut di mobil angkotnya. Ia khawatir ada orang yang berbuat jelek karena Idris membawa perhiasan, uang jutaan rupiah, dan rekening bank dengan saldo Rp 850 juta.
(try/nrl)











































