"Komunikasi terjadi, tapi saya tidak bisa detailkan siapa, di mana dan berapa lama. Keputusannya (dalam pertemuan) belum selesai. Tapi sesuai konstitusi, hak prerogatif presiden (untuk mencopot menteri), monggo. Intinya kita meminta agar ada perspektif yang adil," kata Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2013).
PKS meminta Presiden dan partai-partai koalisi menghormati sikapnya menolak kenaikan harga BBM. Sejauh ini komunikasi SBY dengan PKS masih menyiratkan koalisi dilanjutkan sampai 2014.
"PKS dari awal punya keputusan, monggo dihargai. Pak SBY dan teman-teman koalisi juga punya keputusan, kami juga hargai," kata Mardani.
Mengenai siapa menteri yang akan direshuffle, Mardani masih menutupi. Meskipun rumor semakin kuat PKS akan kehilangan kursi Mentan.
"Saya belum ada informasi (Mentan segera ditendang). Semua menteri masih bekerja profesional," tuturnya.
(van/nrl)











































