SBY Ingatkan Jika Menteri Menyeleweng, Harus Mundur
Kamis, 21 Okt 2004 10:35 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengingatkan kontrak politik antara dirinya dengan para menteri yang diangkatnya dalam pidato pelantikan 36 menteri di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Kamis (21/10/2004).SBY menyebutkan bahwa surat pernyataan yang disodorkannya kepada para menteri itu antara lain berisi mengutamakan kepentingan pemerintah di atas kepentingan partai/golongan, menjadi pejabat yang bersih dari segala penyimpangan. "Bila terlibat tindak penyimpangan dan dinyatakan bersalah menurut hukum, siap mengundurkan diri dan menerima sanksi," kata SBY dalam pidatonya. Di sebelah SBY yang membawa teks pidato tapi jarang dibacanya itu, berdiri Jusuf Kalla, sang wakil."Semua ini jadikanlah tanggung jawab. Saya yakin ini merupakan cambuk dan tantangan bagi Saudara. Buatlah yang terbaik," tandas SBY.SBY juga mengingatkan anak buahnya untuk mulai dari diri sendiri dalam upaya memberantas segala penyimbangan. "Saya minta Saudara semua bekerja keras. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk kita bisa menyumbangkan kemampuan kita yang optimal pada bangsa," kata SBY.KompakSelain itu, SBY juga meminta agar para menteri tetap menjalin persatuan, sinergis dan menjaga kekompokan supaya tugas apa pun seberat apa pun dapat diemban dengan baik. SBY juga menyatakan bahwa rakyat Indonesia butuh keteladan dan kemimpinan yang baik. "Jadilah pemimpin, berikan teladan," ingat SBY.SBY mengaku memahami banyak pro dan kontra terhadap pengangkatan menteri dalam kabinet. "Bahkan ada kesangsian apa Saudara dan saya dapat mengemban tugas yang tidak ringan ini. Anggaplah itu sebagai pemicu untuk bekerja baik. Tidak perlu ragu-ragu, tidak perlu kesangsian terhadap Saudara dijawab dengan kata-kata, jawablah dengan karya nyata dan kerja. Marilah kita melangkah ke depan dengan penuh semangat," demikian akhir pidato pelantikan SBY.
(nrl/)











































