Pengawalan Capres/Cawapres Pemilu 2004 Dibubarkan
Kamis, 21 Okt 2004 09:59 WIB
Depok - Sebanyak 709 polisi yang tergabung dalam satuan tugas khusus (satgasus) pengawalan capres/cawapres pemilu 2004 hari ini, Kamis (21/10/2004) resmi dibubarkan. Upacara pembubaran dilakukan di Markas Komando Brimob Kelapa II Depok. Upacara pembubaran dipimpin oleh inspektur upacara Komjen Pol Insmerda Lebang. Pembubaran dilakukan sehubungan dengan berakhirnya masa tugas satgasus sejak resmi ditugaskan 22 Mei 2004. Insmerda mengatakan bahwa satgasus telah bekerja selama 222 hari, mulai dari pemilu legislatif, pilpres putaran pertama dan kedua. Dalam pidatonya, Insmerda mengatakan bahwa pengamanan capres/cawapres pada pemilu tahun ini sangat penting. Karena baru tahun ini pemilu dilakukan langsung oleh rakyat. "Pada pemilu tahun ini 2004, berbeda dengan pemilu sebelumnya. karena pemilu yang sekarang bersifat demokratis, dan kita sebagai paspamres telah berhasil mengamankan capres dan cawapres," tegas mantan Kapolda Jateng. Pada kesempatan yang sama, Insmerda menekankan tiga hal kepada satgasus yang akan dibubarkan. Pertama, Insmerda mengucapkan terima kasih kepada anggota yang telah berkerja keras mengamankan capres/cawapres yang telah ditunjuk oleh KPU. Kedua, anggota yang telah selesai melaksanakan tugas segera kembali ke satuan dinasnya masing-masing. Sebagaimana diketahui, sebanyak 709 polisi yang tergabung dalam satgassus direkrut dari berbagai satuan, seperti 340 personil Brigade Mobil yang berkemampuan bela diri dan menembak tepat dengan senjata api genggam, serta mempunyai IQ di atas standar. Juga direkrut polisi yang berkemampuan mengemudi standar Polri untuk pengemudi capres-cawapres, polisi yang berkemampuan pengawalan very very important person (VVIP) untuk kelompok pengawal rombongan (konvoi), personil Direktorat Samapta untuk menjaga rumah, tim dokter dan perawat Rumah Sakit Kepolisian Pusat Sukanto untuk personil kesehatan, serta personil Komunikasi dan Elektronika untuk petugas komunikasi. "Ketiga, seluruh barang inventaris segera dikembalikan," ujar Insmerda mengingatkan. Sebagaimana diketahui Kapolri Jendral Polisi Dai Bactiar mengatakan di depan Komisi I dan II DPR beberapa waktu lalu perihal alat transportasi yang disiapkan diantaranya terdiri dari 14 unit sedan merek Mitsubishi Lancer, 14 unit Jeep Nissan Terrano Spirit, dan pesawat handy talkie. Anggaran yang disediakan mencapai Rp 20,5 miliar.Namun dalam upacara pembubaran, hanya terlihat 12 mobil patroli, 14 mobil satgas pengawal, 13 ambulance yang akan dikembalikan ke bidang keamanan Polri. Sisanya kemana ya?
(dni/)











































