"PKS meminta partai lain, khususnya bukan pendukung awal koalisi untuk tahu diri," sindir Ketua Bidang Humas DPP PKS, Mardani Ali Sera.
Hanya ada satu parpol yang bukan pendukung awal koalisi dan saat ini punya menteri di kabinet. Partai itu adalah Golkar. Golkar baru masuk ke Setgab koalisi setelah jagonya, JK-Wiranto, gagal di Pilpres 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu kenapa PKS tiba-tiba menyindir Golkar? Golkar memang berulangkali menantang SBY mencopot 3 menteri PKS di kabinet. Karena PKS memang nyata-nyata menolak pengesahan APBN-P 2013 yang sangat krusial. Dalam code of conduct koalisi, parpol koalisi yang menentang kebijakan vital otomatis keluar koalisi dan kehilangan menteri.
Namun PKS yang merasa sudah diajak komunikasi Presiden SBY kini lebih percaya diri. Kini PKS berani mengungkit-ungkit luka lama partai koalisi, saat Golkar tiba-tiba masuk dan dapat jatah menteri.
"Beda saham pendiri dan yang gabung sesudah kemenangan," katanya.
Saham yang dimaksud adalah menteri. Saat awal koalisi PKS mendapatkan jatah 4 menteri, namun karena perbedaan pendapat kini hanya 3 tersisa menteri yakni Menkominfo Tifatul Sembiring, Mentan Suswono, dan Menkominfo Tifatul Sembiring. Kini setelah PKS menentang kenaikan harga BBM, seorang menteri PKS juga dikabarkan akan direshuffle.
Lalu ada ketegangan apa diatara PKS dan Golkar? Sumber detikcom di internal koalisi menyebutkan, Golkar dan PD terus mendorong SBY mencopot menteri PKS. Sedangkan PKS sejauh ini yakin Presiden SBY tak akan mencopot banyak menteri PKS.
(/)











































