"Setiap habis ada acara, sampah pasti banyak. Ini sudah bisa ketebak. Sampah sisa semalam, apalagi di Monas, lebih banyak daripada sampah sisa acara tahun baruan," ujar pengamat perkotaan, Yayat Supriatna, saat dihubungi detikcom, Minggu (23/6/2013).
Menurut Yayat, ini merupakan kekurangan dari warga kota Jakarta itu sendiri. Mereka masih belum memiliki rasa kepedulian terhadap kondisi Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya kan jangan hanya sukanya saja bersama-sama, tapi dukanya juga. Habis senang-senang masa langsung ditinggalin gitu aja dalam keadaan kotor," imbuh Yayat.
Yayat juga menambahkan, seharusnya ini bisa menjadi evaluasi bagi Pemprov. Jika diadakan acara serupa kembali, bagaimana caranya agar masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan.
"Bisa juga diperbanyak tempat sampahnya. Atau mungkin diajak kerja bakti bersama setelah pesta," tutup Yayat.
(tor/tor)











































