Lho Kuis Mega Rp 14,1 M kok Lagi-lagi Batal Diumumkan?
Kamis, 21 Okt 2004 09:19 WIB
Jakarta -
Selain para menteri yang akan dilantik Presiden SBY nanti pukul 10.00 WIB, Kamis (21/10/2004) ini menjadi hari yang mendebarkan bagi para peserta Kuis Mega Rp 14,1 miliar.Pasalnya, hari ini penyelenggara kuis, Yayasan Investigasi, Mediasi dan Monitoring (YIMM) berjanji akan mengumumkan pemenang undian Tabungan Pendidikan itu di puluhan media massa nasional dan daerah, misalnya saja koran terkemuka Kompas.Tapi apa lacur. Menurut pantauan detikcom, nyaris semua koran ibukota edisi hari ini dibolak-balik, tidak ada sekolom pun yang berisi pengumuman pemenang undian yang sempat menggegerkan dunia politik pada awal September lalu.detikcom mencoba mengkonfirmasi Direktur YIMM, Dr Ing Ignatius Iryanto. Sayangnya, handphonenya tidak aktif. Ketika kantornya dicoba dihubungi, nada sibuk terdengar tak henti-hentinya. Dengan demikian, belum diketahui penyebab batalnya pengumuman sayembara itu dan kapan pengumuman akan benar-benar dilakukan.Seperti diberitakan sebelumnya, pengumuman harusnya dilansir ke berbagai media massa cetak pada Senin (11/10/2004). Tapi kemudian ditunda menjadi 21 Oktober. "Tapi karena banyaknya jumlah pemenang yang tersebar sampai ke daerah-daerah, pencatatan identitas dan pengesahan pemenang oleh pejabat yang berwenang membutuhkan waktu agak lama, sehingga pengumuman pemenang belum bisa dilakukan Senin besok," kata Ketua Yayasan IMM, Dr.Ing.Ignas Iryanto dalam rilisnya pada detikcom, Minggu (10/10/2004).Ignas menjelaskan, pengundian pemenang yang sayembara tabungan pendidikan "Indonesia Sukses" yang beken dengan sebutan kuis Mega atau kuis Mega Fakta itu telah dilakukan di Jakarta pada Senin, 4 Oktober. Pengundian dilakukan di depan notaris Daniel Parganda dan disaksikan lembaga-lembaga terkait.Dari empat juta formulir yang masuk sampai batas akhir pengiriman, telah terpilih 96 pemenang utama @ Rp 100 juta dan 1.500 pemenang hadiah tambahan @ Rp 3 juta dari 32 provinsi di seluruh Indonesia.Menurut rencana, pengumuman pemenang sayembara akan disebarkan lewat iklan di 34 surat kabar nasional dan daerah. Misalnya saja Kompas, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Pontianak Pos, dan Cendrawasih Pos."Dalam iklan pengumuman pemenang tersebut akan dijelaskan cara dan tempat pengurusan administrasi untuk mempersiapkan hadiah yang berupa buku tabungan dan sertifikat asuransi serta pengambilannya di provinsi masing-masing," demikian Ignas Iryanto.Seperti diketahui, kuis ini sempat menjadi buah bibir pada awal September lalu karena menyebut nama Mega, salah satu peserta pilpres. Apalagi sponsornya adalah belasan BUMN. Panwaslu kemudian mengirim rekomendasi kepada Departemen Sosial yang memberi izin segala jenis undian untuk menangguhkan penyelenggaraan kuis itu hingga coblosan 20 September berakhir.
(nrl/)










































