"Alhamdulillah Rp 300 ribu, saya kira Rp 150 ribu. Bisa bayar sekolah anak saya yang masih TK," kata Aini dengan tangan gemetar memegang uang BLSM di Kantor Pos Besar Semarang, Sabtu (22/6/2013).
Meski senang menerima BLSM, Aini belum tahu bagaimana nasibnya ke depan semenjak harga BBM naik disusul harga kebutuhan pokok karena suaminya berpenghasilan pas-pasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu warga Semarang Tengah lainnya, Mujiono (57) merasa kecewa karena BLSM tidak sepadan dengan naiknya harga BBM. Ia menambahkan, bantuan tersebut dijatah untuk dua bulan, sedangkan biaya hidup perhari semakin meningkat.
"Sebetulnya enggak sepadan. Soalnya harga pasti ikut naik. Sebelum BBM naik saja harga sudah duluan naik. Ini Rp 300 ribu untuk dua bulan, lho. Diirit-irit pun cuma tahan seminggu," kata pria yang bekerja sebagai tukang parkir itu.
Di Kota Semarang, total penerima BLSM mencapai 42.477 orang. Di Kantor Pos Besar Semarang hari ini melayani 1.091 penerima BLSM dari kecamatan Semarang Tengah.
Proses pengambilan BLSM di kantor Pos Besar Semarang berlangsung tertib, warga diminta mengantre di tenda yang sudah disiapkan dan akan dipersilahkan masuk bergantian tiga orang. Perjuangan pengambilan uang Rp 300 ribu itu juga terlihat dari banyaknya orang tua yang datang bahkan hingga harus dituntun petugas kantor pos dan security.
Salah satunya adalah Rakimah (71), ia datang ke kantor pos dengan menumpang becak motor. Namun karena kondisinya yang kurang sehat, petugas membantu proses pengambilan BLSM dengan mendatangi Rakimah yang masih duduk di becak motor.
(alg/ndr)











































