Ini Penyebab Kabut Asap dari Indonesia Bisa Menjalar ke Singapura

Ini Penyebab Kabut Asap dari Indonesia Bisa Menjalar ke Singapura

Ajeng Anasstasia Kinanti - detikNews
Jumat, 21 Jun 2013 19:30 WIB
Jakarta - Kabut asap di Singapura diketahui muncul sebagai akibat adanya beberapa titik api di Pekanbaru, Riau. Padahal, jumlah titik api (hotspot) di Indonesia sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

"Negara ASEAN lain seperti Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam menurut data selama tahun 2013 ini lebih banyak jumlah titik apinya dibandingkan dengan Indonesia," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Hal tersebut dikatakannya dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jalan Veteran, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah hotspot di Indonesia adalah 3.862, sementara Thailand 20.208 hotspot, Kamboja 17.757 hotspot, Laos 15.107 hotspot, Myanmar 41.458 hotspot, dan Vietnam 9.769 hotspot. Lantas mengapa titik api di Indonesia bisa menjalar hingga ke Singapura?

"Jadi, hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan timbulnya pusat tekanan rendah dan siklon tropis sehingga muncul massa uap air dan asap yang mengarah pada pusat tekanan rendah tersebut," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, tumbuh siklon tropis Leepi di Samudera Pasifik pada Selasa (18/6) kemarin. Sehingga, arah angin Indonesia mengarah ke siklon tersebut.

"Dan pada Kamis (20/6) kemarin, tumbuh siklon Bebinca di Laut Cina Selatan. Kondisi siklon seperti ini bisa bertahan selama 7-10 hari," lanjutnya.

Akibat kondisi alamiah ini, titik api di Indonesia yang walaupun jumlahnya lebih sedikit bisa memberikan dampak yang lebih besar pada negara tetangga, seperti Singapura.

Sutopo menjelaskan bahwa sebenarnya 20 persen hotspot di Indonesia terjadi di hutan, dan 80 persen sisanya di lahan perkebunan.

(gah/)


Berita Terkait