"Negara ASEAN lain seperti Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam menurut data selama tahun 2013 ini lebih banyak jumlah titik apinya dibandingkan dengan Indonesia," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Hal tersebut dikatakannya dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jalan Veteran, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan timbulnya pusat tekanan rendah dan siklon tropis sehingga muncul massa uap air dan asap yang mengarah pada pusat tekanan rendah tersebut," kata Sutopo.
Menurut Sutopo, tumbuh siklon tropis Leepi di Samudera Pasifik pada Selasa (18/6) kemarin. Sehingga, arah angin Indonesia mengarah ke siklon tersebut.
"Dan pada Kamis (20/6) kemarin, tumbuh siklon Bebinca di Laut Cina Selatan. Kondisi siklon seperti ini bisa bertahan selama 7-10 hari," lanjutnya.
Akibat kondisi alamiah ini, titik api di Indonesia yang walaupun jumlahnya lebih sedikit bisa memberikan dampak yang lebih besar pada negara tetangga, seperti Singapura.
Sutopo menjelaskan bahwa sebenarnya 20 persen hotspot di Indonesia terjadi di hutan, dan 80 persen sisanya di lahan perkebunan.
(gah/)










































