"40 persen dikembalikan karena warga yang dituju telah meninggal dunia, 5 persen digusur, 25 persen tidak dikenal, dan 30 persen tanpa pemberitahuan," papar Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Firmanzah saat diskusi "Efektifitas BLSM di Daerah", di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).
Firmanzah memastikan pendistribusian KPS ini kepada warga yang berhak. Ia menyatakan bahwa data penerima KPS didapat dari data BPS dan Kementerian Sosial yang selalu diperbarui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPS tidak hanya digunakan untuk mengambil BLSM, tetapi juga untuk raskin dan bantuan siswa miskin. Sementara untuk pendistribusian KPS ini dilakukan pemerintah dengan menggandeng PT Pos Indonesia yang nantinya juga akan membantu pembagian BLSM.
(tor/van)











































