Cerita Pengemis Hamil di Perempatan Mampang

Cerita Pengemis Hamil di Perempatan Mampang

Septiana Ledysia - detikNews
Jumat, 21 Jun 2013 15:37 WIB
Cerita Pengemis Hamil di Perempatan Mampang
Jakarta - Kehadiran pengemis di jalanan kerap membuat dilema para pengguna jalan, apalagi jika kondisi sang pengemis memprihatinkan. Seperti kondisi Mawar, bukan nama sebenarnya, pengemis berusia 27 yang saat ini sedang hamil besar.

Mawar bukanlah warga Jakarta, dia berasal dari Kalimantan, paru-paru Indonesia. Saat ini dia tengah hamil 8 bulan dan butuh uang untuk membiayai persalinannya. Mengemis jadi pilihannya, meski diakuinya berat untuk melakoni pekerjaan itu.

"Saya butuh duit untuk biaya persalinan," ujar perempuan yang meminta nama aslinya tidak disebut ini, saat berbincang dengan detikcom di perempatan Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya dia beristirahat di rumah demi kesehatan dan keselamatan dirinya dan janin. Namun dia terpaksa melakukan itu untuk menggantikan peran sang suami yang saat ini sedang terbaring sakit terserang batuk TBC.

"Saya kerja dari pukul 10.00 sampai 14.00 WIB," katanya.

Sebelum terbaring sakit sejak 4 bulan lalu, suaminya bekerja sebagai pengamen. Mawar dan suami tinggal di Jakarta sejak 2007. Berbagai pekerjaan pernah dilakoni Mawar, seperti bekerja di laundry dan joki 3 in 1.

Mawar meminta-minta kepada pengguna jalan sambil membawa kotak bertuliskan 'Mohon Bantuan Dana Buat Proses Melahirkan'. Duit yang didapatnya dibagi untuk biaya pengobatan sang suami di puskesmas dan persiapan persalinan. Sisanya untuk makan dan bayar kontrakan Rp 500 ribu/bulan. Ini merupakan kehamilannya yang kedua. Anak pertamanya kini sudah berusia 1,5 tahun.

"Sehari saya bisa dapat Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu. Selama ini banyak yang menolak untuk memberi. Tapi saya tidak pernah memaksa, saya hanya butuh keikhlasannya saja," katanya.

Dalam menjalankan perannya sebagai pengemis hamil, keselamatannya kerap terancam. Nyawa pun menjadi taruhan.

"Dukanya panas, capek, pegel. Terus belum lama ini saya juga sempat hampir mau ditabrak busway (bus TransJ-red). Soalnya saat itu saya lagi minta-minta terus ada Trantib, saya takut, saya lari, terus kaki saya malah tersandung dan jatuh tepat di jalur busway. Untung buswaynya berhenti," jelas Mawar yang enggan difoto ini.

Mawar tak ingin selamanya menjadi pengemis. Dia berjanji, setelah melahirkan nanti dia akan berhenti dari mengemis dan mencari pekerjaan lain.

"Nanti kalau saya sudah melahirkan, saya tidak mau kerja gini lagi. Saya mau jualan saja yang pakai sepeda itu. Makanya saya sekarang ngumpulin duit buat modal juga. Saya juga inginnya suami cepat sembuh, biar cepat cari kerja, mungkin jadi cleaning service," ungkapnya dengan mata berkaca.

(jor/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads