"Paling tidak, berakhir sudah anggota koalisi yang bermental bunglon," kata Ketua DPP PD Didi Irawadi Syamsuddin.
Hal ini disampaikan Didi kepada detikcom, Jumat (21/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar rakyat menilai dan sejarah mencatat bahwa langkah PKS melalui paripurna BBM tidak lain hanyalah upaya pengalihan isu dugaan korupsi yang telah menimpa beberapa kader utamanya," kata Didi.
"Jelas hanya sekadar upaya mengalihkan isu malpraktek impor sapi, yang mengakibatkan melonjak dashyat harga daging sapi kebutuhan pokok rakyat, menjelang Idul Fitri yang menjadi perayaan sangat sakral dan besar bagi umat Islam," lanjutnya.
Menurut Didi, gaya politik berjiwa bunglon yang diterapkan PKS jauh dari politik ksatria. Tak elok rasanya hanya mau ikut kebijakan yang enak-enak saja.
"Sementara kebijakan yang tidak popular dan tidak enak, tidak mau ikut menanggung risiko. Maka sangat pantas sanksi sebagaimana code of conduct yang ada, yakni otomatis dikeluarkan dari koalisi," tandasnya.
(van/try)











































