Misalnya saja peristiwa intimidasi yang terjadi kemarin, Kamis (20/6) saat anggota Dinas Perhubungan Jakarta Timur melakukan penjagaan di kawasan Jatinegara, tepatnya terusan Jalan Raya Matraman, Pasar Burung.
Ketika itu seorang petugas Dishub menegur seorang pengendara roda empat memarkirkan kendaraan di depan Pasar Burung, Jatinegara. Namun bukannya mengerti, pengendara tersebut malah balik menggertak petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
petugas yang enggan disebutkan namanya itu menuturkan, anak buahnya melaporkan peristiwa tersebut kepada dirinya sebagai komandan regu. "Karena anak buah saya ketakutan, saya bersama petugas Garnisun yang kebetulan juga sedang berjaga mendatangi lokasi," imbuhnya.
Bersama dengan petugas Garnisun ia sempat menanyakan langsung kepada pengendara mobil tersebut. Saat itu pengendara mobil tersebut berdalih tidak melakukan intimidasi.
"Dia bilang tidak ada masalah, kemudian anggota Garnisun menanyakan identitas pengendara itu," tuturnya.
Ketika hendak ditanya identitas, pengendara mobil tersebut mengaku sebagai anggota satuan tertentu dan mengeluarkan kartu anggotanya.
"Memang dia membawa pistol tapi tidak ditodongkan begitu tetapi hanya digertak saja," tuturnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi di waktu yang bersamaan Kasudin Perhubungan Mirza mengakui ada tindak itimidasi terhadap anak buahnya saat menertibkan parkir liar.
"Menang begitu cerita, kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, kebetulan kami sedang melakukan penjagaan," kata Mirza.
Mirza mengatakan kalau peristiwa tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Oknum tersebut telah dibawa ke Garnisun untuk dilakukan pembinaan.
"Sudah diselesaikan antar komandan regu, anggota tersebut juga sudah dilakukan pembinaan. Kami pun menyadari mungkin dia belum mengetahui peraturan ini," tandasnya.
(edo/ndr)










































