Kabinet Indonesia Bersatu yang Gemuk dan Warna-warni
Kamis, 21 Okt 2004 03:25 WIB
Jakarta - Yang ditunggu-tunggu, kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, telah diumumkan, Rabu (20/10/2004) malam. Kabinet yang diberi nama Kabinet Indonesia Bersatu ini beranggotakan 36 menteri dan pejabat setingkat menteri.Kabinet SBY-JK ini relatif gemuk, misal bila dibandingkan Kabinet Gotong Royong pemerintahan Megawati yang beranggotakan 32 orang. Kesan bahwa kabinet SBY merupakan kabinet pelangi juga sulit ditepis karena beraneka ragamnya latar belakang para menteri.Dari 36 nama anggota Kabinet Indonesia Bersatu terdapat lima sosok dari kalangan purnawirawan TNI/Polri. Yakni Menpolkamhum Laksamana (Purn) Widodo AS, Mendagri Letjen TNI Moh Maruf, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Sekretaris Kabinet Letjen Sudi Silalahi, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Brigjen Pol Taufik Efendi. Tiga di antara lima purnawirawan di atas, yakni Widodo AS, Moh Maruf, dan Sudi Silalahi, adalah anggota tim sukses SBY. Selain ketiga orang tersebut masih ada anggota tim sukses yang direkrut jadi menteri, yakni Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil. Sementara bila dilihat dari latar belakang partai politik, partai-partai pendukung pasangan SBY-Kalla juga mendapat jatah. Dari Partai Demokrat terdapat nama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Efendi.Kemudian dari Partai Bulan Bintang diwakili Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Kehutanan MS Kaban. Partai Kebangkitan Bangsa oleh Menko Kesra Alwi Shihab dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saefullah Yusuf. Partai Amanat Nasional diwakili oleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. Sementara Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia diwakili oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta-Swasono. Dari Partai Keadilan Sejahtera diwakili Menteri Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Azhari, Menteri Pertanian Anton Apriantono, dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault. Bahkan Partai Persatuan Pembangunan, yang baru belakangan bergabung dengan partai-partai pendukung SBY, pun mendapat dua jatah kursi menteri. Yakni Menteri Sosial Bachtiar Hamzah dan Menteri Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali. Sementara Menakertrans Fahmi Idris dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dikenal dekat dengan Kalla. Keduanya, secara tidak langsung, juga mewakili Golkar. Aburizal, seperti halnya Kalla, pernah menjadi peserta konvensi calon presiden Partai Golkar. Dan Fahmi sedang melakukan upaya hukum agar keanggotaannya di Golkar dipulihkan.Yang menarik, lima anggota kabinet Megawati dipercaya menjadi pembantu SBY. Yakni Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menhub Hatta Rajasa (di kabinet Mega sebagai menristek), Mensesneg Yusril Ihza Mahendra (di masa Mega sebagai Menkeh dan HAM), dan Mensos Bachtiar Chamsyah.Juga ada menteri di era Habibie dan Gus Dur yang kembali dipercaya duduk di kabinet, yakni Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Dan menteri di era Gus Dur, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi (di era Gus Dur sebagai Menpan).Kalangan profesional tetap mendapat tempat di kabinet SBY. Mereka, antara lain Menteri Keuangan Jusuf Anwar, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, dan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh.Selain itu juga ada nama-nama baru yang relatif belum dikenal publik seperti Menteri Perindustrian Andung Niti Mihardja dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Keduanya muncul menggeser kandidat lainnya, yakni Rachmat Gobel dan Nafsiah Mboi.Yang juga terpental adalah adalah nama Rizal Ramli, calon menteri keuangan. Kabarnya nama Rizal Ramli muncul untuk mengganti Sri Mulyani yang dianggap PKS pro-IMF. Kemudian, mungkin sebagai jalan tengah, muncul nama Jusuf Anwar sebagai menkeu.Akankah nama-nama tersebut memuaskan semua kalangan? SBY menyatakan sulit untuk memuaskan semua pihak. Tapi SBY meyakinkan nama-nama tersebut telah dipertimbangkan dengan matang.
(gtp/)











































