"Kami akan melakukan evaluasi secara komprehensif atas pengelolaan dan operasional instalasi pengolahan air laut ini untuk memastikan kejadian ini tidak terulang di masa mendatang," kata Budi dalam pernyataan tertulis kepada detikcom, Kamis (20/6/2013).
Selain itu pihaknya terbuka terhadap penyelidikan kasus tersebut. "Kami akan melakukan semua hal yang diperlukan untuk menangani kecelakaan ini. Kami juga sangat terbuka terhadap upaya penyelidikan oleh pihak-pihak yang berwenang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan ini menimpa sembilan orang pekerja yang sedang melakukan pemeliharaan reservoir. Empat orang meninggal dunia yakni Miftah, Sugiarto, Purnama, dan Surya. Korban meninggal dunia dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk keperluan visum.
Sedangkan lima orang dirawat di RS Sulianti Saroso dan RS Satyanegara, Sunter, Jakarta Utara. Mereka adalah Mulyana, Sunaryo, Marizal, Anim, dan Nurdin. Evakuasi korban dilakukan oleh pasukan katak dan pemadam kebakaran di bawah koordinasi kepolisian.
"Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk dengan sangat prihatin menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sangat dalam kepada korban dan keluarga korban," kata Budi.
(nal/nrl)











































