"Masalahnya sangat sederhana, masihkah Pak SBY memerlukan menteri dari kader PKS? Jawabannya pada Paduka Yang Mulia Bapak Presiden," kata Sekretaris FPKS DPR, Abdul Hakim, kepada detikcom, Kamis (20/6/2013).
Didesak menarik menteri, PKS juga bergeming. PKS balik menyerang 5 parpol koalisi lainnya yang mendesak-desak menarik menteri.
"Sangat tidak tepat, PKS dan menterinya didesak-desak dan didorong untuk mundur, karena akan mengacaukan sistem tata negara kita," katanya.
Soal posisi di koalisi juga PKS menikmati 'digantung'. Jangan-jangan benar analisa sejumlah elite PD bahwa PKS ingin terkesan dizalimi.
"Koalisi disepakati kedua belah pihak. Koalisi selesai jika ada penyataan resmi dari salah satu pihak, sampai saat ini belum ada," tegasnya.
(van/nrl)











































