Kabut asap yang menyelimuti wilayah Singapura banyak dikeluhkan warga maupun wisatawan yang berkunjung ke negeri itu. Namun bagi para sopir taksi kabut itu jadi berkah. Karena penumpang jadi berlimpah
“Saya sudah empat hari beroperasi. Tidak pernah berhenti karena selalu ada penumpang. Kami sangat senang,” ujar Simon Tan, seorang sopir taksi di Singapura yang ditemui detikcom, Rabu (19/6/2013).
Simon tidak peduli keluhan pemerintah Singapura terkait kabut asap yang datang dari Riau, Sumatera, Indonesia. Baginya, sejak kabut asap menyelimuti Negeri Singa itu, pendapatannya bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini membuat para sopir taks, seperti Smon,i ketiban rezeki. Baru empat jam beroperasi telah mendapatkan uang 100 dollar Singgapura.
“Uang ini sudah bisa membayar setoran taksi kepada bos saya. Sekarang tinggal cari lebihan buat saya,” ujarnya.
Biasanya Simon narik taksi selama 10 jam per hari. Dalam sehari ia rata-rata mendapatkan 100-170 dollar Singapura. Setelah dipotong setoran, ia pun pulang dengan membawa uang puluhan dollar.
Tapi sejak lima hari terakhir, bapak tiga orang anak ini, mengaku, bisa membawa pulang hingga 300 dollar Singapura ke rumah.
(deg/rvk)
