Jeritan Sopir Angkot di Terminal Pulogebang, di Kala Harga BBM Naik

Jeritan Sopir Angkot di Terminal Pulogebang, di Kala Harga BBM Naik

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 20 Jun 2013 00:26 WIB
Jeritan Sopir Angkot di Terminal Pulogebang, di Kala Harga BBM Naik
Jakarta -

Dampak kenaikan BBM, tarif angkutan mencekik penumpang, sopir angkot juga harus merogoh kocek lebih besar akibat melonjaknya harga bensin Premium. Hal itu dicurahkan sopir-sopir angkot di Terminal Pulogebang.

"Berat juga. biasa kita tarif dari Tanjung Priok- Cilincing biasa Rp 3.500, penumpang bayarnya Rp 3.000 udah susah," ujar Ahmad (39) sopir angkut T 01 Jurusan Tanjung Priok- Cakung usai mengikuti sosialisasi Terminal Pulogebang, Rabu (19/6/2013)

Dia mengaku akan kesulitan mencari penumpang terutama untuk jalur trayeknya. "Nanti BBM tarif anggkot naik jadi Rp 5.000 makin sulit lagi nyari penumpangnya," kata Ahmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada juga dikatakan oleh Saprin sopir angkot Kwasi Wahana Kapilka (KWK) 29. Ia mengaku keberatan jika BBM naik pasalnya sopir-sopir angkot lain akan kena imbas juga.

"Yang dulu-dulu kalau BBM naik, supir pasti tekor, karena setoran pasti ikut naik," kata Saprin.

Saprin mengatakan sebagai sopir dirinya tidak mempermasalahkan kalau BBM harus naik, namun yang jadi permasalahan penumpang tidak peduli.

"BBM naik sewa penumpang banyak yang nggak peduli, mau nggak mau harus ngotot-ngototan yang akhirnya sopir salah lagi. Pendapatan sopir jadi berkurang," tuturnya.

Samin rekan kerja Saprin menuturkan, meskipun sebagai orang kecil dirinya setuju kalau BBM harus naik, namun jangan sampai membebani rakyat kecil.

"Emang pernah ada sejarahnya orang kaya naik angkot? Angkot itu sewanya orang miskin semua, kayak pedagang kaki lima, bocah sekolah, enggak ada ceritanya orang kaya naik angkot," kata Samin.

Samin mengatakan harusnya untuk kendaraan plat kuning subsidi BBM-nya jangan dihilangkan. "Kalau mau pemerintah naikin BBM, subsidi BBM buat angkot jangan dicabut jadi penumpang atau sopir angkot enggak bakal menjerit gara-gara BBM naik," tandasnya.

(edo/rvk)


Berita Terkait