Pramono Enggan, Peluang Tjahjo dan Sidarto Jadi Ketua MPR Menguat

Pramono Enggan, Peluang Tjahjo dan Sidarto Jadi Ketua MPR Menguat

M. Rizal - detikNews
Rabu, 19 Jun 2013 18:56 WIB
Pramono Enggan, Peluang Tjahjo dan Sidarto Jadi Ketua MPR Menguat
Tjahjo Kumolo
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru akan membahas pengganti almarhum Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR, Kamis (20/6/2013) besok dalam rapat DPPP PDIP. Ada empat nama yang sudah muncul dalam nominasi pengganti Taufiq, yakni Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, dan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Sidarto Danusubroto.

Namun, satu dari empat nama yang sudah muncul ke media yakni Pramono Anung sudah menyampaikan keengganannya menggantikan posisi yang ditinggalkan Taufiq. Dengan begitu, peluang tiggal ada di tiga nama yakni Tjahjo Kumolo, Sidarto Danusubroto, dan Puan Maharani.

"Saya terus terang tidak mikir. Dulu memang saya ketua tim Pak TK saat maju," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan dii Gedung DPR, Rabu (19/6/2013) petang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikatakan Pramono menjawab pertanyaan seputar peluangnya menggantikan posisi Ketua MPR. Mantan Sekjen DPP PDIP ini mengungkapkan, pada Kamis hari ini DPP akan menggelar rapat, dimana salah satupembahasannya adalah soal tersebut.

Namun, kata dia, siapa nama yang bakal dipercaya menjabat sebagai Ketua MPR akan ditentukan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Itu kewenangan Ketum, kan Ketum sudah tahu satu persatu kadernya. PDIP adem ayem saja tuh," ujarnya.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP di MPR Arif Budimanta mengatakan, pengganti Taufiq harus seseorang yang memiliki cita-cita kebangsaan. "Kita tunggu saja. Apapun yang menjadi keputusan partai kita loyal dan pasti yang akan ditempatkan partai itu adalah orang terbaik dan dapat meneruskan cita-cita kebangsaan yang selama ini sudah dibangun MPR," katanya.

Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Tohari mengatakan, pimpinan MPR akan segera mengirimkan surat kepada FPDIP berkenaaan dengan mekanisme pengajuan pengganti Taufiq. Pengajuan ini sejalan dengan tata tertib (tatib) yang berlaku di MPR.

"Siapa saja. Kita harus menghargai dari FPDIP. Beliau selalu mengatakan tidak ada fraksi. Beberapa fraksi di MPR yang ada adalah hanya ada fraksi empat pilar dengan semangat kebersamaan itu," katanya.

(zal/van)


Berita Terkait