Meski Telah Ditertibkan, Pasar Minggu Tetap Dipenuhi PKL

Meski Telah Ditertibkan, Pasar Minggu Tetap Dipenuhi PKL

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 19 Jun 2013 15:44 WIB
Meski Telah Ditertibkan, Pasar Minggu Tetap Dipenuhi PKL
Jakarta - Penertiban terhadap lapak kaki lima di sepanjang Pasar Minggu beberapa waktu lalu, tidak lagi terlihat hasilnya. Ratusan pedagang yang sempat menyingkir selama beberapa waktu, kembali menggelar dagangannya di trotoar. Lokasi pengganti yang disediakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mereka tinggalkan.

Kondisi terkini Pasar Minggu tidak jauh berbeda dibanding sebelum penertiban. Lapak PKL berderet mulai Ramayana hingga ke dalam terminal. Beberapa pedagang seperti pedagang sayuran dan alat rumah tangga mengaku masih kekeuh berjualan di pinggir jalan karena lokasi alternatif yang disediakan PD Pasar Jaya dan Pemkot setempat tidak kondusif.

"Terlalu ke belakang tempatnya. Turun angkot biasanya kan orang langsung belanja. Kalau kami jualan di tempat baru, nggak akan laku," ujar pedagang alat tulis bernama Farid (30) kepada detikcom, Rabu (19/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya saat ini para PKL terpaksa harus kucing-kucingan dengan petugas satpol pp yang berjaga dari pagi hingga sore hari. Mereka mengaku melakukan hal tersebut karena tidak ingin tempat mereka berjualan dipindahkan ke lokasi yang tak terjangkau konsumen.

"Ya terpaksa main kucing-kucingan sama petugas," sambung Farid yang berjualan buku dan alat tulis sejak 1998.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Suminem (50). Pedagang kacang rebus ini mengaku tetap membandel berjualan di sepanjang trotoar Pasar Minggu karena lahan yang disediakan pada saat penertiban tidak layak. Kios yang dibuat oleh pemkot tersebut hanya dapat menampung 40 orang pedagang.

"Pindah ke belakang tempatnya gak cukup. Cuma bisa 40 orang. Sekarang sudah penuh. Lagipula di sana sepi, nggak ada yang mau belanja kesana," ujar ibu 3 anak ini.

Suminem yang sudah 20 tahun berjualan di Pasar Minggu ini mengaku kerap diusir oleh petugas keamanan. Akan tetapi dia memilih untuk tetap berjualan di tempat semula karena lahan potensial untuk berjualan hanya di atas trotoar.

"Mungkin sudah 4 kali tahun ini ditertibkan. Cuma ya mau bagaimana? Nggak ada tempat lagi. Kalau nggak laku kita cari makan bagaimana? Apalagi jualan seperti ini, tiga hari juga sudah layu," kata wanita asal Solo tersebut.

Sementara ketika detikcom menghampiri petugas satpol pp yang sedang berjaga, mereka enggan berkomentar. Beberapa hanya mengaku sulit menertibkan para pedagang yang masih membandel.

"Ya sudah ditertibkan masih jualan. Mau diusir bagaimana? Sekarang kabur, besok jualan lagi," ujar seorang petugas Satpol PP sambil berlalu.

Beberapa saat yang lalu petugas gabungan Satpol PP, Dishub dan kepolisian sudah mengadakan penertiban pkl dan angkot di beberapa titik vital di Jakarta, salah satunya adalah Pasar Minggu. Hingga saat ini metro mini dan angkot sudah tertib memasuki terminal Pasar Minggu.

(rii/lh)


Berita Terkait