Peremajaan Bajaj Tua, Pemprov DKI Sediakan Program Kredit Ringan

- detikNews
Rabu, 19 Jun 2013 14:11 WIB
Ilustrasi
Jakarta - Pemprov DKI berupaya terus melakukan peremajaan bajaj-bajaj tua ber-BBM di Jakarta. Peremajaan dilakukan dengan mengalihkan bajaj-bajaj tersebut kepada bajaj berbahan bakar gas (BBG). Pemilik bajaj lama yang tidak mampu melakukan peremajaan bajajnya akan dibantu untuk memperoleh kredit ringan dari bank.

"Ini untuk membantu para pemilik bajaj pada proses peremajaan yang terlalu mahal," ujar Direktur Utama PT Matahari Trans Utama, Yunus Haddinotto kepada wartawan di kantornya di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/6/2013).

PT Matahari Trans Utama (MTU) merupakan salah satu pihak yang dipercayakan Pemprov DKI bersama Dinas Perhubungan DKI untuk melakukan peremajaan bajaj di Jakarta. Jumlah bajaj tua yang menggunakan BBM di Jakarta mencapai sekitar 14 ribu unit. PT MTU mendapatkan jatah untuk meremajakan 3.500 unit bajaj se-Jakarta.

Yunus menjelaskan dalam proses peremajaan ini, pemilik bajaj lama yang masih menggunakan BBM harus menjualnya bajajnya dan mengganti dengan membeli bajaj BBG. 1 Unit bajaj lama dihargai pemprov seharga Rp 17,5 juta sampai Rp 20 juta tergantung kondisi fisik bajaj. Sementara 1 unit bajaj baru ber-BBG seharga Rp 59 juta.

Namun tidak semua pemilik bajaj lama mampu membeli bajaj baru ber-BBG. Karena itu menurut Yunus, pihaknya akan memberikan kemudahan kepada pemilik bajaj untuk memperoleh kredit dari bank. Pemilik bajaj lama nantinya hanya menyerahkan jaminan BPKB di bank. Beberapa bank yang sudah bekerjsama seperti Bank BNI, BRI, BJB dan Bank Mandiri.

"Ini kan kredit mikro, jadi nanti bisa pinjam RP 50-500 juta dengan hanya agunan BPKB. Lalu peminjam kredit hanya mendapatkan bunga 6,5-7 persen," tuturnya.

Salah satu pemilik bajaj, Erwin mengaku sangat bersyukur adanya kredit ini. Menurut pengusaha bajaj sejak tahun 1975 itu, jika selama ini hanya berani kredit 2 bajaj, dengan kredit murah ini dapat mengkredit 4 bajaj.

"Ini sangat mempermudah kita karena untuk biaya lebih mudah. Apalagi kerjasama dengan bank pemerintah yang bunga kecil. Dulu saya hanya berani listing swasta dua unit. Kalau sekarang pemerintah 4 unit. Karena penumpang lebih memilih BBG daripada yang merah," ujar Erwin.

Dari jatah 3.500 bajaj, PT MTU sudah melakukan peremajaan sebanyak 867 bajaj sejak awal Mei 2013. PT MTU diberi kontrak oleh Pemrpov DKI Jakarta untuk membantu peremajaan bajaj hingga Mei 2014.

(spt/rmd)