Nekat Jalan Kaki Cirebon-Jakarta, Sriyanto Harap SBY Basmi KKN
Rabu, 20 Okt 2004 17:24 WIB
Jakarta - Sriyanto nekat berjalan kaki dari Cirebon, Jawa Barat, menuju Istana Merdeka, Jakarta. Sriyanto berharap dapat bertemu dengan Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Sriyanto, pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, berjalan kaki selama 8 hari dengan mengenakan memakai kaos SBY-JK dan caping. Sriyanto berjalan kaki sambil membawa gerobak sampah, borgol, sapu, dan serokan. Barang-barang itu dibawanya sebagai simbol pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang harus diberantas oleh SBY. "Barang-barang ini sebagai simbol bahwa KKN sudah menjamur di negara ini sehingga perlu dibersihkan. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu, katanya kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (20/10/2004). "Saya berangkat tanggal 12 dari Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Di sepanjang perjalanan masyarakat banyak yang menitipkan surat. Mereka menginginkan benar-benar terjadi perubahan sehingga yang selama ini terpuruk bisa sejahtera," harap Sriyanto. Ia juga berharap dapat bertemu dengan SBY. Namun naas, ia hanya ditemui dengan staf SBY, Bambang Tri. Rencananya, Kamis (21/10/2004) besok Sriyanto akan bertemu dengan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Sebelumnya Sriyanto pernah berjalan kaki dari Solo ke Jakarta pada bulan Juli 2004 dan berdiri di samping photo SBY di Bundaran HI selama 12 jam nonstop pada 16 September lalu.
(dni/)











































