PLN sebelumnya menyebutkan listrik kembali normal pada pukul 14.00 WITA. Sore tadi, PLN menjelaskan kepada masyarakat melalui media di kantornya di Balikpapan, bahwa listrik kembali normal pukul 17.00 WITA. Namun target kedua kalinya itu kembali meleset.
"PLTU CFK (Cahaya Fajar Kaltim) belum masuk ke Sistem Mahakam, jadi kelistrikan belum bisa normal," kata Manajer Transmisi dan Distribusi PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim, Nur Wahyu, kepada detikcom, Selasa (18/6/2013) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLTU CFK itu berbahan bakar batu bara, berpengaruh cukup besar untuk Sistem Mahakam," ujarnya.
Dua kali pengunduran target normalisasi, Wahyu masih belum bisa memastikan berapa lama lagi waktu yang diperlukan untuk menghidupkan kembali interkoneksi Sistem Mahakam.
"Saya susah memastikannya. Ditarget sekian jam, bisa berbeda lagi. Mudah-mudahan, saya prediksi kembali jam 22.00 WITA normal. Kalau PLTU CFK sudah masuk Sistem Mahakam, segera normal," ungkapnya.
"Saya juga tidak tidur menunggu ini kembali normal. Saya juga terus berkoordinasi dengan Pak GM (GM PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim Nyoman S Astawa)," terang Wahyu.
Pengamatan detikcom, padamnya listrik lebih 24 jam terjadi di kawasan Jl Sentosa, Jl Remaja dan sekitarnya. Pemadaman lebih 20 jam juga terjadi di kawasan instansi pemerintahan seperti di Jl Basuk Rahmad, pusat perkotaan. Di kawasan lain di Sungai Kunjang, Samarinda Kota dan Samarinda Seberang hingga Sungai Pinang, listrik kembali padam setelah hidup sekitar pukul 12-13.00 WITA siang tadi.
"Cuma beberapa jam saja, jam 2 siang tadi padam lagi. Ini pemadaman yang paling parah di Samarinda. Ini kota, padamnya bisa seperti ini lamanya," kata warga Samarinda Seberang, Fahrizal.
"Belum kunjung trauma dengan padam total atau BlackOut PLN yang terjadi Sabtu (15/6/2013) sampai Minggu (16/6/2013), sekarang malah lebih parah. Mungkin masuk rekor MURI ya ini durasi pemadamannya," keluh warga Jl Dr Sutomo, Amrullah.
Sekadar diketahui, listrik padam di Sistem Mahakam yang melayani ketiga kota itu sejak Senin (17/6/2013) malam sekitar pukul 23.30 WITA. Saat itu, kota Samarinda dan Balikpapan tengah dilanda hujan deras disertai angin kencang.
PLN terpaksa memadamkan listrik untuk menghindari kerusakan mesin dan tengah mempersiapkan kompensasi kepada pelanggannya.
(fdn/fdn)











































