Mereka tiba di depan gedung DPRD Jateng sekitar pukul 14.30 WIB dengan mengendarai bus dan beberapa motor. Orasi disertai kibaran bendera HMI dan merah putih mengawali aksi puluhan mahasiswa itu.
Kemudian, beberapa diantara demonstran melakukan aksi tutup mulut dengan menggunakan selotip hitam. Mereka juga menempelkan 10 kertas putih kosong di gerbang yang ditutup dan dijaga polisi dari dalam kemudian membubuhkan tulisan bernada kecaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kecewa terhadap pemerintah yang tidak mendengarkan rakyat," kata Alin di depan gedung DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Selasa (18/6/2013).
Terkait aksi tutup mulut dan penyegelan gerbang, Alin menambahkan hal itu sebagai ungkapan bentuk kekecewaan terhadap respons pemerintah terkait ungkapan penolakan kenaikan BBM yang bergejolak di berbagai daerah.
"Dewan seolah bungkam dengan keadaan masyarakat yang seperti ini," tandas Alin.
"Ini akan di segel sampai jam 18.00," imbuhnya.
Meski tidak berujung kerusuhan seperti hari Senin (17/6) kemarin, aksi HMI kali ini membuat sejumlah tamu atau anggota DPRD keluar melewati gerbang samping. Saat ini, sejumlah massa masih melakukan aksi duduk di depan gerbang yang tersegel.
(alg/trw)











































