"Dari bahan daur ulang. Tidak boleh plastik. Semuanya ramah lingkungan," kata Project manager Baracynda, Faisal kepada wartawan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (18/6/2013).
Setiap wilayah di Jakarta diberikan tema bahan dasar yang berbeda-beda. Tetapi semuanya berasal dari bahan daur ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum sampai pada tahap merangkai, siswa sebelumnya mengikuti workshop yang diadakan oleh panitia pada awal April. Siswa dimentori oleh sekurangnya 30 orang yang sudah profesional dibidang karnaval, mulai dari pemilihan bahan, penggambaran sketsa, hingga koreografi yang akan diperagakan sepanjang parade dari Balaikota hingga bundaran HI.
"Mentor inti ada 5 orang. Tapi kan kita juga butuh asisten. Ada yang bagian pemilihan bahan, komposisi design, dan beberapa hal lainnya," lanjut Faisal.
Para siswa diberi kebebasan untuk mendesain konsep ondel-ondel modern tersebut. Salah satu siswa peserta mengakui jika awalnya ia sempat merasa bingung mendesain ondel-ondel modern versinya.
"Baru ngasih tahu seminar, kerangka volumenya harus besar, bingung. Dan ngerti," kata siswa SMA 109, Jakarta Selatan, Amenda Damayanti.
Meskipun bingung, namun ia sangat senang bisa turut serta melestarikan kebudayaan Betawi dengan merancang sendiri baju yang akan dikenakannya.
"Kita harus menunjukkan budaya Betawi pada semua orang," pungkasnya sambil memamerkan hasil karyanya.
Untuk kelancaran acara, maka akses jalan dari dari Balai Kota menuju Bundaran HI nantinya akan ditutup. Pemilihan tanggal 30 Juni pun dikarenakan padatnya acara di tanggal 22 Juni yang tepat pada ulang tahun DKI Jakarta.
(/)











































