Para mahasiswa masih turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM. Kali ini, aksi digelar ratusan aktivis Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY di Pertigaan Revolusi Kampus UIN Sunan Kalijaga. Mereka menyandera sebuah mobil boks dan berorasi di atasnya.
Mobil boks dengan nopol D 8391 yang dikemudikan Agus, diadang para mahasiswa dan dipaksa masuk ke lingkaran aksi, Selasa (18/6/2013). Mahasiswa naik ke atas mobil dan menjadikan mobil pembawa buku dari penerbit itu sebagai panggung orasi.
"Pasrah saja, kalo sudah begini mau apa. Yang penting tidak merusak. Saya juga gak setuju BMM naik," kata Agus di tengah kerumunan aksi mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi, Badriyanto mengatakan alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena defisit APBN adalah tidak berdasar. Tetapi lebih karena intervensi asing yang memaksa pemerintah untuk menghapus subsidi rakyat.
"Naiknya harga BBM, dipastikan bakal mendongkrak harga sembako, ongkos transportasi, dan menurunkan daya beli masyarakat," teriaknya.
Dalam aksinya, mereka membawa berbagai poster yang antara lain bertuliskan "Tolak RAPBNP 2013", "Tolak BLSM", "DPR Tidak Pro Rakyat, Bubarkan Saja," dan lain-lain.
(trw/trw)










































