Meskipun sudah dipasang 2 pompa pengganti sementara, ketinggian air terpantau masih di atas normal.
"Hingga Selasa (18/6) ketinggian air kali Ancol terpantau berada pada 158 cm, sementara normalnya berada di 100 cm," ungkap Sugiman, Penanggungjawab Rumah Pompa Ancol kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dinamo pompa lama sedang dalam proses perbaikan, akan dipulihkan satu persatu. Sabtu pekan ini (22/6) akan dilakukan pemasangan secara bertahap," imbuh Sugiman.
Dengan rencana pemasangan pada Sabtu pekan ini, diharapkan mulai pekan depan 3 pompa ini akan bisa beroperasi kembali.
Menurut Sugiman, awalnya hanya 1 pompa yang rusak karena dinamonya sudah tidak memadai. Baru kemudian 2 pompa lainnya menyusul rusak dan akhirnya 3 pompa ini kemudian tidak bisa beroperasi.
Faktor penyebab utama sebenarnya karena banyaknya sampah. Sampah yang menumpuk di kali Ancol menyebabkan munculnya tekanan pada pompa dan menjadi rusak.
Saat ketiga pompa rusak inilah kemudian aliran balik laut cukup tinggi, sehingga banjir rob tidak bisa terelakkan lagi.
(gah/gah)










































