SBY Janji Jaga Kontrak Politik dengan Rakyat

SBY Janji Jaga Kontrak Politik dengan Rakyat

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2004 16:04 WIB
Jakarta - Presiden SBY berjanji akan menjaga amanah yang dipercayakan rakyat Indonesia kepadanya untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan."Saya akan menjaga kontrak politik dengan rakyat. Saya akan mendedikasikan diri untuk bangsa Indonesia," demikian pidato politik SBY di Istana Merdeka, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (20/10/2004).Dalam pidatonya itu, SBY mengajak mereka yang sebelumnya bersaing dalam pemilu untuk kembali bersatu dalam karya guna mengentaskan rakyat Indonesia dari kemiskinan, kebodohan dan belenggu yang menghambat perkembangan bangsa.SBY juga menyebut banyak masalah sekarang ini, misalnya pertumbuhan ekonomi di bawah 7%, 10 juta rakyat yang menganggur, 16% warga RI hidup di bawah garis kemiskinan, KKN, BBM yang membumbung tinggi, dan aksi terorisme. "Mari kita bekerja keras menghadapi tantangan ini," ajak SBY kepada masyarakat. Tapi dia mengingatkan bahwa tidak mungkin semua masalah itu akan bisa dihadapinya dalam waktu 100 hari, seperti membalik telapak tangan.SBY menyatakan, Kamis besok pihaknya akan melantik kabinet. Setelah itu dia akan merumuskan kebijakan awal dan rencana aksi pemerintah. SBY juga mengajak DPR dan MPR untuk bekerjasama menyelesaikan masalah bangsa.Untuk urusan dalam negeri, SBY berjanji akan menghidupkan ekonomi yang menyerap tenaga kerja, ekonomi terbuka, dan meningkatkan produksi dan daya saing. "Saya akan memimpin langsung pemberantasan korupsi," tegas SBY.SBY juga akan concern pada konflik Aceh dan Papua, pendidikan dan kesehatan, dialog dengan pelaku bisnis, desentralisasi dan otda dan membentuk pemerintahan yang bersih dan tanggap. Sedangkan kepada dunia internasional, SBY menyampaikan salam persahabatan dan menekankan Indonesia tetap memegang prinsip bebas aktif.SBY juga mengimbau kepada PNS, pegawai BUMN, tentara dan polisi, untuk bersemangat baru di bawah kepemimpinan baru. Akhir kata, SBY meminta doa restu masyarakat Indonesia untuk memimpin 5 tahun ke depan. (nrl/)


Berita Terkait