Senin (17/06/2013) sore, warga yang marah itu melempari panti asuhan dan rumah pemilik panti dengan batu. Bukan itu saja, dua unit sepeda motor dan dua mobil dirusak warga.
"Kami marah sebab ada anak panti dilecehkan pemilik panti ini," kata Dewi, salah seorang warga.
Korban berinisial ITN yang masih berusia 8 tahun, telah melaporkan dugaan perbuatan pemilik panti tersebut ke Polda Sumsel pada Sabtu (15/06/2013) kemarin. Tapi warga kesal karena menilai tindakan kepolisian lamban. Mereka pun mengamuk ke panti asuhan.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Budi Santoso mengatakan pihaknya telah mengamankan pemilik panti asuhan tersebut ke Mapolda Sumsel, untuk menghindari amukan massa.
"Kami juga tetap menempatkan sejumlah polisi di TKP hingga situasi terkendali," katanya.
Hingga malam ini, para polisi melakukan evakuasi sejumlah anak panti asuhan dan keluarga pemilik panti asuhan ke tempat yang lebih aman.
(tw/jor)











































