Rusuh Mamasa, Polisi Buru Penyerang hingga Ke Hutan
Rabu, 20 Okt 2004 15:35 WIB
Makassar - Meski hingga saat ini Polda Sulsel dibantu oleh TNI telah menguasai 12 titik rawan, namun penyerangan oleh pihak pro pemekaran masih sering terjadi. Warga kecamatan Aralle, kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pun masih dicekam ketakutan. Polisi kini masih melakukan penyisiran di sejumlah hutan dan gunung yang menjadi tempat persembunyian sejumlah pihak pro pemekaran. Pihak pro pemekaran ini seringkali melakukan penyerangan terhadap pihak kontra pemekaran wilayah. "Petugas kami masih melakukan penyisiran," ujar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Saleh Saat, ketika ditemui usai pertemuan dengan Gubernur Sulbar dan sejumlah bupati, di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (20/10/2004) Selain itu, Saleh juga mengaskan bahwa polisi mulai akan mengambil tindakan tegas apabila penyerangan masih terjadi. "Kami akan melakukan tindakan tegas, sesuai dengan yang terjadi di lapangan," tegasnya. Namun, Saleh enggan menyebutkan tindakan rill yang bakal diambil. Sementara itu, sebanyak 467 personil Polda Sulsel masih berjaga-jaga di Mamasa. Selain anggota Polda Ssulsel, pihak kepolisian juga dibantu oleh sejumlah anggota TNI dari kesatuan terdekat dengan wilayah Mamasa.
(asy/)











































