Hamzah Haz Tagih Janji SBY

Hamzah Haz Tagih Janji SBY

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2004 14:16 WIB
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz menagih janji Presiden terpilih yang baru saja dilantik Susilo Bambang Yudhoyono. Janji apa ya? Hamzah menagih janji SBY sebelum menjabat sebagai Presiden. Pada saat berkampanye, SBY berjanji akan mewujudkan Indonesia lebih baik daripada sebelumnya. Hamzah juga menagih semua janji yang dahulu diucapkan SBY dan Kalla perihal program 100 hari pemerintahan mereka. Sebelumnya, SBY berjanji bila ia resmi terpilih menjadi presiden periode 2004-2009, dalam 100 hari pertama pemerintahannya akan mengusung program besar yang terangkum dalam konsiliasi, konsolidasi, dan aksi, atau disingkat dengan "K2A". Konsiliasi berarti mempererat kembali hubungan dengan pihak-pihak yang telah berjarak akibat perbedaan kubu dan dukungan dalam pemilu. Konsolidasi adalah mempertegas program-progran kerja utama dan mendesak bagi rakyat sebagai landasan untuk program kerja selanjutnya. Dan aksi berarti pelaksanaan misi pemerintahan di lapangan secara konsisten dan konsekuen."Tentu kita harapkan materi-materi substansi dari masa kampanye SBY-Kalla dan program-programnya yang utama, yaitu program 100 harinya, karena kondisi yang sekarang sudah mampu secara kondusif politik dan keamanannya juga tidak ada gangguan yang berarti," harap Hamzah seusai shalat zuhur di Masjid Jami Darussalam, Jalan Tegalan, di depan kediaman pribadi Hamzah Haz, Rabu (20/10/2004). Menurut Hamzah, dengan kondisi politik dan keamanan sekarang yang jauh lebih kondusif dibanding pemerintahannya dulu, seharusnya SBY dapat mewujudkan apa yang sudah dijanjikankan kepada rakyat Indonesia. "Berbeda dengan kita dulu, masih dalam krisis yang tajam," ingatnya. Hamzah juga mengatakan bahwa dirinya secara pribadi telah mengucapkan selamat atas terpilihnya SBY sebagai Presiden ke-6 RI. Hamzah juga menekankan agar SBY memantapkan sistem pendidikan di Indonesia. "Memantapkan pemulihan ekonomi, keuangan, dan khususnya kualitas SDM dalam hal ini pendidikan sekaligus memperbaiki moral bangsa kita. Jadi ekonomi dan pendidikan harus bekerja keras, termasuk juga departemen agama," tambahnya. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads