Peristiwa tersebut terjadi, Minggu (16/6/2013), sekitar pukul 10.45 WIT.
"Tiga unit mobil dirusak dan 25 sepeda motor dibakar. Serta Markas Komando Polres habis terbakar," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya, dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Senin (17/6/2013).
Peristiwa tersebut diduga disulut kesalahpahaman antara pihak kepolisian dan kelompok masyarakat setempat. Sabtu (15/6), sekitar pukul 15.00 Wit sampai dengan pukul 17.00 WIT, kepolisian melaksanakan operasi lalu lintas. Di dalam operasi itu petugas menindak dua orang masyarakat yang diketahui mabuk dalam mengendarai motor.
Keesokan harinya, sebuah motor polisi dirusak seorang warga yang diduga mabuk. Namin, aksi vandalis itu berhasil dilerai aparat, meski warga tersebut melakukan perlawanan dan terlibat perkelahian dengan aparat.
"Warga tersebut akhirnya melarikan diri dengan luka memar dan informasi yang yang diterima oleh masyarakat bahwa orang tersebut dianiaya bahkan dibunuh oleh anggota, sehingga masyarakat jadi emosi," ujar Sumerta.
Guna meredam kesimpangsiuram tersebut, pimpinan Polres Pegunungan Bintang mendatangi warga dan meluruskan informasi yang diterima masyarakat.
"Namun masyarakat tidak menerima dan selanjutnya masyarakat melakukan pelemparan terhadap rumah dinas," kata Sumerta.
Pada pukul 10.00 Wit, datang masyarakat lainnya untuk bergabung dengan masyarakat yang melakukan pelemparan dan mengarah ke Polres. Namun gelombang masyarakat itu berupaya merusak mes anggota Polres dan kendaraan, serta pembakaran Polres.
"Satu anggota luka di bagian pelipis dan satu masyarakat luka karena terkena lemparan," ujarnya.
(ahy/lh)











































