Adrian, Buronan Rp 1 Miliar Muncul di RCTI
Rabu, 20 Okt 2004 12:50 WIB
Jakarta - Adrian Herling Waworuntu, pelarian pembobol BNI 1,7 Triliun muncul di salah satu stasiun swasta RCTI. Adrian muncul dalam salah satu tayangan eksklusif Buletin siang RCTI, Rabu (20/10/2004). Padahal hingga kini, status Adrian adalah buronan senilai Rp 1 miliar. Dalam wawancara sekitar 7 menit, Adrian tampak lebih kurus dan pucat dari biasanya. Dengan kemeja cokelat, Adrian menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan Arief Suditomo."Dalam waktu dekat saya akan datang ke Mabes Polri untuk mempertangggungjawabkan perbuatan saya," janji Adrian. Adrian mengatakan kepastian penyerahan dirinya ke Mabes Polri akan dilakukan setelah tanggal 20 Oktober 2004. Mengapa setelah tanggal 20 Oktober 2004? Karena menurut Adrian, dirinya sudah dijadikan komoditas politik pemerintahan Megawati menjelang pilpres putaran kedua. "Saya harus diserahkan ke Kejati 17 September 2004. Sedangkan pemilu tanggal 20 September. Saya sebelumnya sudah tahu itu (penyerahan ke Kejati) akan dipublisitaskan sebagai prestasi terakhie pemerintahan sekarang. Saya jadi komoditas politik, saya tidak mau," ujarnya ketika ditanya Arief perihal alasan Adrian melarikan diri. "Saya sudah diadili tidak adil oleh pers, saya perlu waktu untuk berpikir, dan lebih baik saya menunggu pemerintahan berikutnya. Itulah alasan saya menghilang," tutur Adrian. Adrian juga mengatakan bahwa alasan dirinya menolak hadir dalam berbagai persidangan terdakwa pembobol BNI lainnya yang sebagian kini sudah divonis karena Adrian merasa kehadiran dirinya tidak relevan dengan materi persidangan. karena Adrian merasa dirinya tidak mengetahui perihal pembobolan tersebut. Padahal selama ini penyidik mabes polri menduga Adrian merupakan salah satu otak dari pembobolan BNI. "Saya tidak datang bukan karena materinya, saya sebenarnya bukan saksi penting, tapi kehadiran saya bahan untuk bahan politis, saya tahu saya akan diarahkan begitu. Seberapa besar transaksi saya tidak tahu," katanya. Jadi, janji Adrian, setelah pemerintahan berganti, ia menjamin akan segera menyerahkan diri ke Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Setelah pelantikan presiden yang baru, saya akan segera datang ke Mabes Polri," ujarnya pasti. Adrian mengikuti jejak rekannya sesama buron, Maria Pauline Lumowa. Setelah dinyatakan buron oleh mabes Polri, Erie, nama akrab Maria, tiba-tiba muncul di televisi dan media cetak. Erie, dahulu berjanji akan menyerahkan diri bila dirinya mendapat jaminan tidak akan ditahan. Hingga kini, Erie lenyap bak di telan bumi. Sedangkan Adrian, yang statusnya dicegah ke luar negeri oleh Imigrasi, kabarnya telah melangkang buana dari Singapura, AS hingga Kanada. Terakhir Adrian dikabarkan sudah mendarat ke Singapura. Tampaknya surat pencekalan dan Red Notice yang dikeluarkan Mabes Polri sia-sia. Buktinya, Adrian hingga kini bebas berkeliaran kemana pun dia suka.
(dni/)











































