Kritisi Pemerintahan Baru, Mahasiswa Yogya Demo
Rabu, 20 Okt 2004 12:13 WIB
Yogyakarta - Mengkritisi pemerintahan baru di bawah Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ratusan mahasiswa dari berbagai elemen di Yogya menggelar aksi demo, Rabu (20/10/2004).Aksi yang digelar di Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mulai pukul 09.30 WIB diikuti oleh BEM UGM, BEM Universitas Negeri Yogyakarta, KAMMI DIY serta Front Mahasiswa Nasional (FMN) Yogyakarta.Beberapa poster yang dibawa, antara lain bertuliskan 'Ttolak menteri pro IMF, Kabinet harus pro rakyat bukan pro pengkhianat, masih pro IMF akan berhadapan mahasiswa.'Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa, Amin Sudarsono dari KAMMI DIY mendesak kepada SBY untuk tidak mengangkat orang yang duduk di kabinet yang tidak terlibat berbagai kasus KKN. SBY harus mengedepankan kompetensi atas orang yang akan duduk di kabinet, bukan atas pertimbangan akomodasi politik dan nepotisme."Bila dalam 100 hari pemerintahan baru para menteri gagal dan tidak membawa perubahan harus siap mundur dan bebaskan kabinet dari unsur-unsur IMF," katanya.Selain menyatakan tetap beroposisi dengan pemerintahan baru, mahasiswa juga mempersoalkan calon menteri yang akan diangkat terutama calon menteri bidang ekonomi yang masih berpihak kepada asing dan IMF. Dengan berani mahasiswa langsung menunjuk calon menteri keuangan Sri Mulyani dan mendiknas Bambang Soedibyo sebagai antek AS dan pro IMF karena keduanya lulusan AS.Dalam 100 hari pemerintahan baru, mahasiswa menuntut pemerintah untuk menghentikan privatisasi BUMN dan dihentikannya penjualan aset-aset negara. Selanjutnya meminta agar tidak melakukan perjanjian hutang baru dengan IMF, CGI dan bank dunia serta tidak menaikkan hara BBM.Dalam bidang hukum dan pendidikan, mahasiswa menuntut agar mengangkat jaksa agung yang punya track record bersih., memecat aparat penegak hukum yang terlibat KKN serta mengusut tuntas kasus-kasus KKN. Sedangkan bidang pendidikan meminta pemerintah alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD.Usai menggelar aksii di Bunderan UGM, mahaiswa melanjutkan aksi menuju Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta di Jl A. Yani sebagai lambang kekuasaan pemerintahan baru SBY.
(asy/)











































