Cari Solusi Konflik Mamasa, Gub. Sulbar Temui 5 Bupati
Rabu, 20 Okt 2004 11:52 WIB
Makassar - Konflik di kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, belum usai. Untuk mencari solusi konflik, Gubernur Sulbar temui 5 bupatinya. Rabu (20/10/2004) siang ini tengah berlangsung pertemuan antara Gub. Sulbar Oentarto Kindung Mawardi dengan lima bupati di kabupaten Sulbar. Pertemuan berlangsung tertutup di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Oerip Sumoharjo, Makassar. Pertemuan berlangsung sejak pukul 10.00 WITA. Pertemuan dihadiri oleh Bupati Kab. Majene Darwis, Bupati Kab. Mamoju Almalik Pababari, Bupati Kab. Polmas Ali Baal, Bupati Kab. Mamasa Said Sadggaf, Bupati Kab. Mamuju Utara Abdullah Rasyid. Selain gubernur dan bupati, pertemuan juga dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Saleh Saaf dan Kasdam VII/Wirabuwana Brigjen TNI M. Zulhan. Pada awal pertemuan, wartawan sempat diberi kesempatan meliput pengantar rapat. Namun ketika materi rapat mulai membicarakan solusi teknis, pimpinan rapat meminta wartawan yang meliput keluar dari ruangan. Hingga kini puluhan wartawan tengah menunggu di luar ruangan rapat.Pertemuan siang ini bertujuan mencari solusi konflik di Sulbar, salah satunya adalah adalah menentukan nasib kecamatan Aralle, Tabulahan dam Mambi (ATM) bergabung dengan kabupaten apa. Secara geografis ATM bergabung dengan Mamasa, tetapi sebagian besar masyarakat ATM menolak bergabung dengan Mamasa. Mereka lebih memilih bergabung dengan Polewali Mamasa (Polmas). Inilah yang menjadi sumber konflik. Konflik di Mamasa ini kembali meletus pada hari jumat lalu (15/10/2004). Ini adalah konflik kesekian kalinya sejak kabupaten Mamasa dipisahkan dari Polmas sejak tahun 2003. Akibatnya, sejak Jumat lalu, 3 warga tewas, puluhan lainnya luka-luka, dan sekitar 1300 penduduk ATM mengungsi ke kecamatan Mambi.
(dni/)











































