Ia mengatakan, hari Jumat (15/6/2013) kemarin oknum anggota Shabara Polrestabes Semarang itu selesai tugas pukul 22.00 WIB. Briptu PRY yang sudah melepas semua atribut polisinya, kemudian menenggak minuman keras di sekitar Jl Pahlawan, tidak jauh dari Mapolda Jateng.
"Yang bersangkutan tugas jaga siang dan selesai pukul 22.00 WIB. Lalu pergi minum congyang di Jalan Pahlawan," kata Elan Subilan di Mapolda Jateng, Jl Pahlawan, Semarang, Sabtu (15/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bersangkutan bawa revolver berisi 4 peluru, yang 2 memang kosong untuk safety. Dia sempat dua kali menarik pelatuk, teman-temannya lari. Tapi saat menarik pelatuk ke tiga, terkena korban yang sedang tidur," tutur Elan.
Pelaku yang panik sempat mendekap korban. Kemudian korban yang sudah berlumuran darah segera dilarikan ke rumah sakit. Namun setelah beberapa jam menjalani perawatan intensif, nyawa Nuki tidak tertolong karena peluru menembus kepalanya.
Kapolrestabes Semarang menambahkan, saat ini Briptu PRY masih menjalani pemeriksaan intensif Provost setempat. Nantinya akan ada dua berkas, yaitu kode etik dan pidana umum.
"Yang satu kode etik dan satunya kriminal (pidana umum), kami akan tindak tegas. Saya Kapolres tidak akan menutup-nutupi. Pelaku masih diperiksa," tegasnya.
Jenazah korban dikebumikan tidak jauh dari rumahnya di Lamper Semarang. Sementara itu pihak Polrestabes Semarang bertanggungjawab dengan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kami minta maaf, anggota kami tadi juga ikut ke rumah duka," tutup Elan.
(alg/tor)











































