Profil Wakil Presiden Jusuf Kalla
Rabu, 20 Okt 2004 11:28 WIB
Jakarta - Menjadi Menko Kesra, tampaknya bukan karier tertinggi Jusuf Kalla dalam bidang politik. Kini, pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan makin berkibar, karena kursi wakil presiden 2004-2009 menjadi miliknya. Sebelum menjabat Menko Kesra di era Megawati-Hamzah, Kalla pernah menjadi Menperindag beberapa bulan di era Presiden Gus Dur. Namun, Gus Dur lantas memecatnya dengan tuduhan KKN. Pemecatan itulah yang menjadi salah satu alasan DPR untuk melengserkan Gus Dur dan menaikkan Mega sebagai presiden. Kalla lahir di Bone, Sulsel, 15 Mei 1942. Dari perkawinannya dengan Mufidah Jusuf Kalla, dia beroleh 5 orang anak. Setamat dari Universitas Hasanuddin, Makassar (1961-1967), Kalla melanjutkan sekolah ke The European Institute of Business Administration, Fontainebleau, Perancis, 1977. Kalla lahir dari keluarga pengusaha berada. Ayahnya, H. Kalla, adalah pemilik NV H Kalla di Makassar. Sedang ibunya adalah pemilik Yayasan Pendidikan Athirah, Makassar. Kalla merambah Senayan sejak 1998 dengan menjadi anggota MPR dari Utusan Daerah. Ketika Gus Dur menjadi presiden, Kalla ditunjuk sebagai Menperindag, 1999-2000 dari unsur Partai Golkar. Di sektor usaha, Kalla menjadi Direktur Utama NV. H. Kalla, Makassar (1969-sekarang), Direktur Utama PT. Bumi Karsa, Makassar (1969-sekarang), Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama Jakarta (1988-sekarang), dan Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel Intern Jakarta (1995-sekarang). Pengalaman organisasi yang pernah dilaluinya adalah Ketua HMI Makassar (1964-1967), Ketua KAMI Sulawesi Selatan (1967), Ketua Umum ISEI (1979-1989), Ketua Umum Kadinda Sulawesi Selatan (1983-1999), Ketua Ikatan Alumni Unhas Makassar (1992), Ketua Harian Yayasan Islam Center Al-Markaz Makassar (sejak 1994), dan anggota Dewan Penasihat Golkar Pusat (2001). Selama menjadi Menko Kesra, nama Kalla mencuat setelah bersama SBY - saat itu Menko Polkam - menjadi mediator dalam perdamaian pertikaian berbau SARD di Poso dan Maluku melalui pertemuan Malino I dan II di Sulawesi Selatan.Tapi, tampaknya Kalla tidak puas hanya duduk sebagai Menko Kesra. Kalla pun ingin kursi presiden 2004-2009. Karena itu, Kalla pun mendaftarkan diri sebagai peserta konvensi Partai Golkar, ajang untuk mendapatkan tiket calon presiden dari Partai Golkar itu. Namun, tampaknya keikutsertaannya di Konvensi, tidak mendapatkan dukungan yang signifikan dari pengurus Golkar di daerah-daerah. Karena itu, dia pun segera mengundurkan diri sebelum final konvensi Partai Golkar digelar. Kalla pun mengukur diri. Gagal menjadi calon presiden, Kalla melihat peluang untuk bisa menjadi wakil presiden. Karena itu, setelah pemilu (pemilihan umum) legislatif pada April 2004, Kalla pun mengundurkan diri kabinet. Kalla bergabung dengan SBY menjadi calon wakil presiden. Pemilihan presiden putaran I dilaluinya dengan mulus. Pasangan SBY-Kalla berada di posisi teratas dari lima pasang calon yang bertarung. Dan pada pemilihan presiden putaran kedua, pasangan SBY-Kalla berhasil mengalahkan pasangan Mega-Hasyim. Kini, Kalla telah menjadi orang kedua di Indonesia. Selamat!Berikut Biodata Kalla: Nama:Muhammad Jusuf KallaLahir:Watampone Bone Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942Agama:IslamIstri:MufidahAnak:Lima orangAyah:Hadji KallaIbu:AthirahPendidikan:- SD II Watampone, (1953)- SMP Islam di Makassar, (1957)- SMA Negeri III di Makassar, (1960)- Fakultas Ekonomi Universitas Hassanuddin, (1967)- The European Institute of Business Administration.- Fountainebleu Prancis, (1977)Organisasi dan Karir Penting:- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, (1964-1967)- Direktur Utama NV Hadji Kalla Trading Company, (1968)- Direktur Utama PT Bumi Karsa, (1969)- Direktur Utama PT Bhakti Centra Baru, (1975)- Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama, (1979)- Direktur Utama PT Bukaka Agro, (1980)- Direktur Utama PT Bukaka Agro, (1980)- Direktur Utama PT Bukaka Meat, (1980)- Anggota DPRD Sulawesi Selatan- Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Sulawesi Selatan, (1997-1999 dan 1999-2004)- Anggota DPR RI, (1998-1999)- Anggota DPR RI, (1999-2004)- Koordinator KADIN se-kawasan Timur Indonesia- Menteri Perdagangan dan Perindustrian, (1999-2000)- Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, (2001-2004)
(asy/)











































