Turap Jebol, Rumah yang Dihuni Puluhan KK di Kutai Timur Terancam Ambruk

Turap Jebol, Rumah yang Dihuni Puluhan KK di Kutai Timur Terancam Ambruk

Robert - detikNews
Jumat, 14 Jun 2013 23:25 WIB
Turap Jebol, Rumah yang Dihuni Puluhan KK di Kutai Timur Terancam Ambruk
Turap jebol (Robert/detikcom)
Kutai Timur, - Puluhan rumah di Dusun Pantai, Desa Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang berada di bantaran Sungai Sangatta, terancam ambruk, menyusul jebolnya turap sungai yang memisahkan rumah warga akibat abrasi.

Puluhan rumah itu berada di RT 15 dan RT 19 dan terus merasa sangat khawatir rumah mereka akan ambruk sewaktu-waktu, terlebih apabila sedang terjadi hujan deras disertai arus deras Sungai Sangatta.

"Kita antisipasi, warga di RT 15 dan RT 19 kita antisipasi dengan risiko bencana ini supaya mengungsi, menjaga keselamatan," kata Kepala Desa Singa Geweh, Suhariyanto, kepada wartawan saat berada di lokasi, Jumat (14/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suhariyanto mengatakan, dari total panjang turap sekitar 570 meter, kini hanya menyisakan panjang turap baja sekitar 150 meter. Kondisi jebolnya turap itu sudah berlangsung sejak lama dan menjadi semakin parah sejak akhir Mei 2013 lalu.

"Panjangnya sekitar 570 meter, yang parah sekarang tinggal 100-150 yang belum tergerus. Sisanya, sudah ambruk," ujarnya.

Dijelaskan Suhariyanto, tidak kurang dari 50 KK yang berada di RT 15 dan RT 19, kini sementara memilih untuk bertahan di rumah mereka lantaran belum adanya kebijakan Pemda untuk merelokasi mereka dari ancaman bahaya tersebut.

"Yang terancam, rumah yang dihuni 50 KK. Yang sudah mengungsi sudah sekitar 15 KK, yang menghuni sebagian dari bantaran sungai," sebutnya.

"Sampai dengan sekarang, kita berharap ada perbaikan dengan segera. Karena kondisinya memang parah dan bisa ambruk sewaktu-waktu," tambahnya.

Pengamatan detikcom di lokasi, kondisi rumah warga umumnya nelayan yang berada di bantaran sungai, kian memperihatinkan. Abrasi air sungai mengancam keselamatan rumah mereka dan memutus akses jalan ke RT lainnya dalam satu desa tersebut. Baja turap pun terlihat hanya menyisakan beton bertulang tanpa sentuhan penanganan sesegera mungkin dari instansi terkait.

"Kami sebagai warga tentu sangat khawatir. Kondisi jebolnya turap ini, sebenarnya sudah lama. Cuma memang, di bulan Mei lalu, semakin parah," kata warga RT 15, Juhdi.

Keterangan dihimpun detikcom, turap sungai yang bertujuan untuk menahan abrasi Sungai Sangatta, Kamis (23/5/2013) lalu sekitar pukul 23.00 WITA, jebol. Peristiwa itu terpaksa menghentikan berlangsungnya pesta pernikahan warga. Sejumlah rumah rusak dan sejumlah KK diungsikan ke Balai Pertemuan Umum, Desa Singa Geweh.

Akibat turap yang dibangun tahun 2007 lalu senilai Rp 20 miliar jebol, 4 rumah mengalami rusak berat. Saat ini, di lokasi, sudah dipasang garis batas polisi. Pemkab Kutai Timur masih mengupayakan perbaikan di Desa Sungai Geweh.

(ega/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini