"Partai Golkar tentu akan membicarakan posisi beliau yang sekarang ada di DPP," kata Ketua DPP Hajriyanto Tohari saat dihubungi wartawan, Kamis (14/6/2013).
Hajriyanto menambahkan, posisi Rusli di DPP perlu untuk dikaji ulang lantaran tahun 2014 semakin dekat. Kesibukan pemilu dikhawatirkan akan terganggu jika salah seorang pengurusnya bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Hajriyanto tidak berbicara mengenai pemecatan. Soal pemecatan, Golkar akan menunggu sampai ada vonis in kracht terhadap Rusli. "Kita menunggu vonis," katanya. Golkar hanya akan membicarakan perubahan posisi Rusli Zainal.
"Ketika beliau di luar (sel) maka masih bisa kegiatan kepartaian, nah kalo ditahan maka sudah tidak bisa. Nanti akan dibicarakan perubahan posisi beliau soal ini," pungkasnya.
(dnu/ega)










































