"Jadi ada 31 pertanyaan dan semuanya adalah konfirmasi-konfirmasi," ujar Djohar Arifin di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013).
Djohar menyangkal keterlibatannya dalam proyek pembangunan wisma atlet Hambalang. Menurutnya, posisinya sebagai staf ahli Menpora tidak memungkinkan dia untuk menngatur proyek.
"2010 proyek dimulai saya pensiun dari staf ahli Menpora," tambah Djohar.
Ketua umum PSSI itu membenarkan kepemilikan tanah di bukit Hambalang atas nama dirinya. Tapi tanah itu dibeli Djohar sejak tahun 2000, jauh sebelum proyek Hambalang dijalankan.
Sebelum menjabat sebagai Ketua PSSI, Djohar Arifin Husein juga pernah menjabat sebagai staf ahli Menpora dimana kala itu yang menjabat sebagai Menpora adalah Andi Alfian Mallarangeng. Djohar disebut-sebut terlibat dalam rapat penunjukan Deddy Kusdinar sebagai pejabat pembuat komitmen tunggal di semua proyek Kemenpora.
Djohar baru menjabat sebagai Ketua PSSI sejak 9 Juli 2011 untuk periode 2011-2015 menggantikan Nurdin Halid.
(ega/ega)











































