"Ini adalah aktivitas normal Gunung Merapi," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dr Surono melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (14/6/2013).
Dia mengibaratkan puncak Merapi sudah tidak pakai topi, yakni tidak ada penghalang atau penutup di kawah. Pasca erupsi, kawah sudah terbuka dan di puncak banyak ditemukan lubang-lubang menyerupai kolam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hujan abu juga normal karena di atas juga panas sehingga banyak debu. Kalau tidak keluar malah bisa menyumbat," katanya.
Berdasarkan data di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, embusan asap pekat disertai hujan abu tipis terpantau sekitar pukul 09.15 WIB. Arah hembusan ke barat di wilayah Babadan, Dukun Magelang dan Selo Boyolali.
"Itu fenomena biasa seperti pelepasan energi dan sudah sering terjadi berkali-kali. Masyarakat tidak perlu khawatir," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo.
(bgs/try)











































