Kursi untuk Mega-Hamzah Disingkirkan dari Ruang Sidang MPR
Rabu, 20 Okt 2004 08:55 WIB
Jakarta - Kursi merah yang diperuntukkan bagi Mega dan Hamzah disingkirkan dari ruang sidang paripurna MPR. Artinya, Mega dan Hamzah dipastikan tidak akan hadir.Kursi yang tersedia hanya satu untuk Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan satu untuk Wapres terpilih Jusuf Kalla. Letaknya di sisi kanan dan kiri meja pimpinan MPR.Padahal sejak kemarin sore, pihak Setjen MPR masih menyiapkan kursi untuk Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wapres Hamzah Haz. Sehingga masing-masing ada dua kursi di sisi kanan dan kiri meja pimpinan MPR. Mega diplot duduk berdampingan dengan SBY, Hamzah diplot duduk berdampingan dengan Kalla.Tapi apa boleh buat, tidak ada kepastian kehadiran Mega dan Hamzah dalam acara pembacaan sumpah jabatan SBY-JK sebagai presiden dan wapres yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB di ruang rapat paripurna satu gedung bundar DPR/MPR Jakarta, Rabu (20/10/2004).Show must go on, rencana B pun dilaksanakan dengan menyingkirkan kursi untuk Mega dan Hamzah. Diperkirakan acara yang akan dihadiri 5 kepala pemerintahan asing dan 5 utusan khusus negara asing itu berlangsung selama satu jam.Pelantikan SBY-JK akan dihadiri PM Australia John Howard, Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Timor Leste Mari Alkatiri. Selain itu, lima negara lain mengirimkan utusan khususnya, yaitu Jepang, Belanda, Korea Selatan, Vietnam dan Thailand.Pengamanan di lokasi acara sangat ketat. Ring satu terdapat di dalam ruang rapat paripurna satu. Puluhan paspampres berjaga-jaga di dalam ruangan hingga teras luar.Ring dua dimulai dari luar gedung bundar hingga halaman dalam Gedung DPR/MPR. Ring tiga berada di luar pagar gedung. Penjagaan dilakukan aparat kepolisian, TNI dan pengamanan dalam gedung.Di halaman belakang gedung terdapat 2 water canon dari Dinas Kebakaran DKI Jakarta dan 7 panser. Dua helikopter tampak bergantian patroli di udara.Pintu gerbang depan dibuka, namun yang masuk hanya para undangan. Anggota majelis tampak berdatangan sendiri-sendiri dengan menggunakan mobil pribadi melalui pintu gerbang depan dan belakang.Sedangkan wartawan hanya diperkenankan masuk lewat pintu gerbang belakang. Pemeriksaan ketat dilakukan seperti pencocokan ID Peliputan Khusus dengan wajah pembawa ID, pemeriksaan tas dan tubuh dengan handy metal detector, kemudian wartawan harus melalui pintu metal detector, sedangkan barang bawaan melalui pemeriksaan scanning.Seorang fotografer sempat kesal dan bertengkar dengan petugas karena kamera yang dia bawa tidak ada lensanya, sehingga tidak diperbolehkan masuk. Menurut petugas, ada peraturan tidak boleh membawa kamera tanpa lensa. Kamera fotografer itu pun ditahan.Tampak baliho bergambar SBY-JK ditempatkan di halaman depan, belakang, dan samping gedung, masing-masing satu buah. Kemudian ada rangkaian bunga ucapan selamat dari Persatuan Pemuda Indonesia yang diletakkan di pintu masuk Nusantara III.
(sss/)











































