Menurut kondektur bus, Riko sejak berangkat tidak ada masalah dengan bus karena sudah dicek sebelumnya. Namun ketika berada sekitar 200 meter sebelum lokasi kejadian bus mengalami rem blong dan menabrak beton pembatas jalan.
"Kejadiannya sekitar jam 17.30 di jalan turun 200 meter dari sini. Pas itu rem blong terus menghantam pembatas jalan," kata Riko di lokasi kejadian, Kamis (13/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalannya untung enggak terlalu ramai. Tapi untuk menghindari korban, busnya ditabrakkan," ujarnya.
Ia menambahkan, saat kejadian ada 20 penumpang yang berada di dalam bus. Beruntung tidak ada satu pun yang terluka dalam peristiwa tersebut. Mereka kemudian dioper ke bus dengan jurusan yang sama di terminal Banyumanik yang berada tidak jauh dari lokasi.
"Sudah dioperkan. Tapi sekarang supirnya masih kabur," tandas Riko.
Salah satu penumpang, Subadiono mengatakan saat kejadian suasana di dalam bus panik. Ia bersyukur karena nyawa dan barang-barangnya selamat dari kecelakaan yang berlangsung singkat itu.
"Tidak apa-apa. Tadi semua bisa turun dari bus sendiri-sendiri," katanya.
Saat ini Riko dibantu pihak kepolisian masih sibuk mencari bantuan untuk menarik bus yang menancap di beton pembatas jalan meski sudah ada mobil derek yang bersiaga. Kemacetan lalu lintas pun tidak dapat dihindarkan.
(lh/lh)











































