Rusuh Demo Tolak Kenaikan BBM di Makassar, Polisi Tangkap 6 Mahasiswa

Rusuh Demo Tolak Kenaikan BBM di Makassar, Polisi Tangkap 6 Mahasiswa

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Kamis, 13 Jun 2013 19:14 WIB
Makassar, - Unjuk rasa penolakan rencana kenaikan harga BBM di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, berakhir dengan bentrokan. Enam orang mahasiswa yang diduga sebagai pemicu bentrokan, polisi ditangkap di lokasi kejadian.

Bentrokan ini mulai pecah pada sekitar pukul 16.00 berlangsung hingga hampir tiga jam kemudian, Kamis (13/6/2013). Sebelumnya, unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa Universitas Muslim Indonesia ini badan jalan Jl Urip Sumoharjo ini menyebabkan kemacetan panjang hingga Jl Racing Centre dan Jl Abdullah Dg. Sirua, Makassar.

Polisi berulang-ulang melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau gempuran mahasiswa yang bersenjatakan batu, bom molotov dan ketapel panah. Sebanyak 6 mahasiswa perusuh berhasil diamankan oleh aparat dan dibawa menggunakan kendaraan taktis milik Polrestabes Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari sebelumnya, rabu (11/6), kericuhan dalam unjuk rasa penolakan kenaikan BBM juga terjadi di kantor Gubernur Sulsel, yang melibatkan
mahasiswa Univ. Muslim Indonesia melawan aparat Satpol Pamong Praja yang bertugas di kantor Gubernur Sulsel. Mahasiswa mendesak Gubernur
Sulsel Syahrul Yasin Limpo menemui dan sama-sama menolak kenaikan harga BBM.

Sedangkan pada hari selasa, puluhan mahasiswa Univ. Muhammadiyah Makassar terlibat bentrok dengan koalisi warga dan aparat, dari sore
hingga pukul 23.00 Wita malam hari.

Selain di kantor Gubernur Sulsel, aksi unjuk rasa serupa terjadi di SPBU persimpangan jalan Rappocini-AP. Pettarani, saat puluhan mahasiswa Univ. Indonesia Timur merangsek masuk dan menutup paksa SPBU. Tidak ada mahasiswa yang diamankan dalam peristiwa ini.

(mna/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini