Merapi terakhir melakukan erupsi pada bulan Oktober-November tahun 2010. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya mengantisipasi potensi siklus tersebut.
"Mudah-mudahan tidak terjadi. Kalau pun terjadi, kita harus siap dan kita akan minta bantuan tokoh masyarakat untuk mengajak warga menyelamatkan diri," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif seusai acara Asia Pasific Disaster Risk Reduction and Resilience (APDR) ketiga di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Kamis (13/6/2013).
Berdasarkan data, dari 2700 warga yang menjadi korban erupsi pada Merapi 2010, saat ini ada 650 warga Yogyakarta yang belum mau direlokasi. Bahkan di wilayah Klaten hampir semua warga tidak mau direlokasi.
"Kalau masih ada masyarakat yang tidak mau turun, kita siapkan jalur evakuasinya," katanya.
Syamsul berharap tidak ada korban dalam erupsi Merapi. Pihaknya terus melakukan sosialiasi agar masyarakat terlatih dalam penanggulangan bencana. Warga juga harus mengikuti arahan pemerintah lewat sistem peringatan dini yang sudah dipasang di sekitar lereng Merapi.
"Jika mengikuti early warning system, semua bisa selamat," katanya sambil berharap kerjasama warga agar selalu mengikuti arahan pemerintah saat terjadi masa darurat bencana.
(bgk/trw)











































